YOGYAKARTA – Perbedaan larutan, koloid, dan suspensi merupakan salah satu materi pelajaran kimia yang sering dibahas, baik di tingkat sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi.
istilah larutan, koloid, dan suspensi sering muncul dalam pembahasan sistem dispersi dan kerap dianggap sama oleh sebagian siswa.
Padahal, larutan, koloid, dan suspensi memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi ukuran partikel, sifat campuran, hingga kestabilannya.
Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, serta contoh dari masing-masing sistem dispersi tersebut, siswa akan lebih mudah mengelompokkan suatu campuran ke dalam kategori larutan, koloid, atau suspensi secara tepat.
Pengertian Larutan, Koloid, dan Suspensi
Larutan, koloid, dan suspensi termasuk dalam sistem dispersi, yaitu sistem kimia yang terdiri atas medium pendispersi (zat cair atau gas) dan partikel terdispersi yang tersebar di dalamnya.
Menyadur buku Sikap Koligatif Larutan (2022) karya Haqqi Annazili Nasution dkk, larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara zat pelarut dan zat terlarut. Partikel zat terlarut berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan, bahkan dengan mikroskop ultra. Karena itu, larutan tampak jernih dan stabil meskipun didiamkan dalam waktu lama.
Koloid merupakan campuran yang berada di antara larutan dan suspensi. Koloid bersifat heterogen, namun partikel-partikelnya cukup kecil sehingga tersebar merata dalam medium pendispersinya. Campuran koloid biasanya tampak keruh dan stabil, tidak mudah mengendap.
Sementara itu, suspensi adalah campuran heterogen dengan ukuran partikel yang relatif besar. Partikel dalam suspensi dapat terlihat dengan mikroskop biasa dan akan mengendap jika campuran didiamkan.
BACA JUGA:
Perbedaan Larutan, Koloid, dan Suspensi
Berdasarkan pengertian di atas, perbedaan larutan, koloid, dan suspensi dapat dilihat dari ukuran partikel, tingkat homogenitas, serta kemampuan partikel untuk mengendap atau terpisah. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut:
- Berdasarkan ukuran partikel
Salah satu faktor utama dalam membedakan ketiganya adalah ukuran partikel:
- Larutan memiliki ukuran partikel kurang dari 1 nm
- Koloid memiliki ukuran partikel antara 1–100 nm
- Suspensi memiliki ukuran partikel lebih dari 100 nm
Semakin besar ukuran partikel, semakin tidak stabil sistem dispersinya.
- Berdasarkan tingkat homogenitas
Larutan:
- Bersifat homogen
- Tampak jernih
- Tidak dapat disaring
- Partikel tidak terlihat dengan mikroskop
Koloid:
- Bersifat heterogen
- Tampak keruh
- Partikel tersebar merata
Suspensi:
- Bersifat heterogeny
- Partikel berukuran besar
- Berdasarkan kemampuan partikel untuk mengendap atau terpisah
Perbedaan larutan, koloid, dan suspensi yang terakhir dapat dilihat dari kemampuan partikel untuk mengendap atau terpisah.
Larutan:
- Tidak memisah jika didiamkan
- Tidak dapat dilihat dengan mikroskop ultra
- Tidak dapat disaring
Koloid:
- Tidak memisah jika didiamkan
- Dapat dilihat dnegan mikroskop ultra
- Tidak dapat disaring
Suspensi:
- Mudah mengendap
- Memisah jika didiamkan
- Dapat dilihat dengan mikroskop biasa
- Dapat disaring dengan saringan biasa
Demikian penjelasan tentang perbedaan larutan, koloid, dan suspensi. Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di VOI.id.