Bagikan:

JAKARTA - SM Entertainment merilis pernyataan terkait upaya mereka melindungi ketiga artis mereka yaitu aespa, RIIZE, dan NCT WISH. Pernyataan ini dirilis setelah mereka mengungkap sejumlah rencana untuk perusahaan ke depannya.

“Kami belakangan mengonfirmasi beberapa pengguna X (sebelumnya Twitter) terus mengunggah dan menulis konten pencemaran kepada artis kami, termasuk informasi palsu, pencemaran, pelecehan seksual, serangan pribadi, serangan, invasi privasi, dan tindakan lainnya,” tulis SM Entertainment pada Selasa, 20 Januari.

“Tindakan ilegal ini menyebabkan kerugian mental kepada artis kami dan kami mengajukan laporan secara kriminal untuk melawan tindakan seperti itu dan melindungi hak artis kami,” lanjutnya.

Agensi ini mendirikan KWANGYA 119, platform yang dibuat agar publik dan penggemar bisa mengirimkan bukti jika artis mendapat serangan pribadi.

“Berdasarkan laporan melalui KWANGYA 119 dari penggemar dan data yang dikumpulkan, kami memonitor beberapa konten yang tertera dan menemukan 11 akun yang terus membuat serangan kepada aespa, RIIZE, dan NCT WISH,” kata SM Entertainment.

11 akun yang mereka sebutkan dalam pernyataan itu juga dilaporkan bersama firma yang mereka tunjuk untuk mengurus kasus ini.

“Saat ini kami sedang memantau konten yang diunggah ke media sosial terkait artis lain di samping aespa, RIIZE, dan NCT WISH dan sedang mempersiapkan laporan,” lanjut agensi.

Tidak berhenti di situ, agensi juga terus mengumpulkan bukti melalui sejumlah platform komunitas seperti DC Inside, Naver, Daum Cafe, Nate Pann, Instiz, Theqoo, MLB Park, FM Korea, Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, dan launnya.

“Konten-konten seperti meledek atau berisi materi vulgar atau deepfake atau konten yang diubah dengan sengaja. Kami terus mencari tindakan legal tanap toleransi,” katanya.