Bagikan:

JAKARTA - Chemistry antara Adinia Wirasti dan lawan mainnya, Ajil Ditto, menjadi salah satu elemen kunci dalam film Sadali.

Namun, di balik keintiman yang nantinya akan terlihat di layar, ternyata ada sebuah proses unik yang berawal dari rasa canggung atau awkward.

Adinia Wirasti, yang memerankan karakter Mera, secara terbuka mengakui bahwa perbedaan usia yang cukup jauh antara dirinya dan Ajil pada awalnya menciptakan suasana yang sedikit canggung.

"Sebenernya Ajil tuh kalau ketemu gue kayak... (gesture sungkan)," ungkap Adinia di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari.

Ia bahkan mengetahui bahwa usianya sama persis dengan kakak perempuan Ajil.

"Saya ternyata seumur dengan kakaknya. Persis dengan kakaknya. Jadi mungkin dia ngelihatnya kayak, 'Ini kayak Mbak gue'," lanjutnya.

Namun, alih-alih mencoba menghilangkan rasa canggung tersebut, mereka justru memanfaatkannya.

"Membangun chemistry-nya tuh sebetulnya pada akhirnya embracing apa yang ada aja sih," jelas Adinia.

Kebetulan, di dalam naskah film pun, hubungan antara Mera dan Sadali memang diwarnai dengan banyak momen awkward. Hal inilah yang mereka jadikan sebagai fondasi untuk membangun chemistry.

Bagi Adinia, chemistry bukanlah sesuatu yang bisa dirancang atau direkayasa. Ia lebih percaya pada proses yang natural.

Dengan mengikuti apa yang terjadi secara alami di antara mereka sebagai manusia, lalu mengembangkannya untuk kebutuhan peran.

"Karena chemistry tuh bukan sesuatu yang bisa didesain gitu loh menurut saya," tegasnya.

Meskipun canggung di awal, Adinia juga memuji Ajil sebagai sosok yang memiliki pemikiran dewasa.

"Karena Ajil tuh sebenernya anaknya cukup tua sih kelakuannya gitu," katanya.

Sinopsis Film Sadali

Tiga tahun setelah perjodohannya dengan Arnaza (⁠Hanggini) berakhir dan hubungannya dengan Mera (Adinia Wirasti) kandas, Sadali (Ajil Ditto) memilih menetap di Magelang dan menekuni hidup sebagai pelukis.

Bersama asisten pribadinya, Sadali sibuk mempersiapkan pameran tunggal yang menjadi pertaruhan terbesar dalam karier seninya.

Namun, ketenangan yang ia bangun perlahan terusik ketika ia kembali bertemu Budi (Faiz Vishal), sahabat lamanya yang membawa kabar bahwa Mera akan segera menikah.

Tak lama berselang, takdir mempertemukan Sadali kembali dengan Mera dalam situasi yang tak terduga, disusul perjumpaan canggung dengan Arnaza, mereka dua sosok dari masa lalu yang meninggalkan luka dan pertanyaan yang belum selesai.

Sadali Terjebak di antara penyesalan, cinta yang tertahan, dan pencarian jati diri, Sadali dihadapkan pada pilihan yang akan menentukan arah hidupnya: mempertahankan masa lalu, atau menemukan makna baru dalam cinta dan seni yang ia jalani.

Film Sadali direncanakan akan tayang pada 5 Februari mendatang.