JAKARTA — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong penguatan pemberdayaan manusia berbasis budaya melalui kolaborasi dengan Dompet Dhuafa. Dorongan itu disampaikan saat audiensi di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Kamis (8/1).
Fadli menegaskan budaya bukan sekadar seni, melainkan nilai yang menggerakkan kearifan lokal dan melekat dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, penguatan budaya dapat menjadi fondasi pemberdayaan manusia sekaligus penggerak ekonomi lokal. “Budaya adalah penguat. Kearifan lokal yang sudah hidup perlu diaktifkan kembali agar berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan penguatan ekosistem pencak silat di Cimande yang dikembangkan melalui kompetisi dan festival budaya, termasuk program belajar bagi murid saat musim liburan. Model ini dinilai mampu memadukan pelestarian budaya dengan partisipasi publik dan ekonomi lokal.
BACA JUGA:
Selain ekosistem budaya, Fadli menyoroti pemanfaatan situs cagar budaya sebagai sumber nilai tambah. Pemugaran Gunung Padang, Jawa Barat, disebutnya membuka peluang tumbuhnya UMKM, kuliner, dan layanan pendukung agar manfaat ekonomi dirasakan warga sekitar.
Menanggapi hal tersebut, inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi menilai budaya dapat menjadi instrumen efektif pemberdayaan. Ia menekankan peran budaya bersih dan budaya sehat dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Audiensi ini menandai penjajakan kerja sama Kementerian Kebudayaan dan Dompet Dhuafa untuk mengintegrasikan program kemanusiaan dengan pemajuan kebudayaan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperluas dampak sosial, menguatkan kearifan lokal, dan mendorong kesejahteraan berkelanjutan.