Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan merapatkan barisan dengan sejumlah organisasi budaya lewat acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Graha Utama Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin, 16 Maret. Di forum itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong tradisi iftar atau buka puasa bersama didaftarkan sebagai warisan budaya.

Sejumlah organisasi hadir dalam acara tersebut, antara lain Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia, Perkumpulan Filatelis Indonesia, Himpunan Seni Budaya Islam, Horison, dan Persatuan Artis Komedi Indonesia.

Fadli mengatakan Ramadan di Indonesia bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga ruang budaya yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, tradisi buka puasa bersama, halal bihalal, hingga mudik menunjukkan kuatnya ikatan sosial yang tumbuh dari kebiasaan budaya masyarakat Indonesia.

“Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kegiatan silaturahmi, ini juga bagian dari kegiatan budaya. Tradisi berbuka puasa bersama, halal bihalal, hingga mudik merupakan kekayaan tradisi yang sangat khas Indonesia. Bahkan tradisi iftar atau berbuka puasa bersama saat ini sedang kita dorong untuk didaftarkan sebagai warisan budaya, karena praktiknya hidup di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Fadli.

Di hadapan para pelaku budaya, Fadli juga menekankan besarnya kekayaan peradaban Indonesia. Ia menyinggung penemuan lukisan prasejarah berusia lebih dari 67.000 tahun sebagai penanda bahwa Indonesia memiliki jejak peradaban yang panjang dan kuat.

Menurutnya, keragaman bahasa, tradisi lisan, seni, dan pengetahuan tradisional menjadi modal besar bagi Indonesia untuk tampil lebih kuat dalam percaturan kebudayaan dunia.

Agenda itu juga menjadi bagian dari dorongan Kementerian Kebudayaan untuk menjalankan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Fokusnya, memperkuat ekosistem seni dan budaya, mulai dari seni pertunjukan, film, musik, sastra, hingga berbagai ekspresi budaya lain.

Acara juga diisi pembacaan puisi, musikalisasi puisi karya Taufik Ismail, dan tausiyah Ramadan. Hadir dalam kegiatan itu anggota DPD RI Jawa Barat Alfiansyah “Komeng”, budayawan Taufik Ismail dan Jose Rizal Manua, serta Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis.