JAKARTA – Rumah produksi Abelle Picture resmi merilis first look dari film horor terbaru mereka, Lastri: Arwah Kembang Desa.
Film yang diangkat dari mitos urban legend masyarakat Pati, Jawa Tengah ini, tidak hanya menjanjikan ketegangan horor, tetapi juga menyimpan nilai emosional yang mendalam. Pasalnya, film ini menjadi karya terakhir dari aktor kawakan almarhum Gary Iskak.
Selain menjadi perpisahan manis sang aktor dengan dunia seni peran, Lastri: Arwah Kembang Desa mencatatkan momen langka. Untuk pertama kalinya—dan menjadi yang terakhir—Gary Iskak beradu akting dalam satu layar lebar dengan putra kandungnya, Nando Hilmy.
Bagi Nando Hilmy, keterlibatannya dalam proyek ini merupakan pengalaman yang tidak ternilai harganya. Ia mengaku bangga bisa berbagi energi kreatif dengan ayahnya sebelum sang aktor berpulang.
“Aku senang dan bangga sekali bisa beradu akting dengan Papa di film ini. Buat aku, ini bukan cuma soal film, tapi kenangan yang akan aku simpan seumur hidup,” ungkap Nando dalam keterangan resmi yang diterima VOI, Selasa, 23 Desember.
Nando menambahkan, meski di lokasi syuting Gary tetap bersikap profesional sebagai aktor senior, kehangatan sebagai seorang ayah tetap terasa kuat.
“Aku belajar banyak dari beliau, bukan cuma soal akting, tapi soal sikap dan tanggung jawab,” tuturnya.
BACA JUGA:
Disutradarai oleh Hendri Tivo, film ini memadukan unsur horor mistis dengan konflik drama keluarga yang kuat. Gary Iskak didapuk memerankan karakter Turenggo, sosok sentral dalam alur cerita, sementara Hana Saraswati memerankan tokoh utama, Lastri.
Hendri Tivo mengenang Gary sebagai aktor dengan dedikasi luar biasa. Meski kondisi fisiknya saat syuting tidak selalu prima, Gary tetap memberikan totalitas tinggi.
“Melihat Gary dan Nando bermain dalam satu frame adalah momen yang sangat kuat secara emosional. Energinya sampai ke seluruh kru di set. Gary tetap fokus dan bertanggung jawab penuh terhadap perannya,” kenang Hendri.
Senada dengan sutradara, Hana Saraswati juga merasa kehilangan sosok rekan kerja yang hangat. Menurutnya, kehadiran Gary selalu mampu mencairkan suasana di lokasi syuting.
"Mas Gary selalu memberi ruang dan energi positif. Kehadirannya benar-benar menguatkan kami semua," kata Hana.
Lastri: Arwah Kembang Desa didukung oleh deretan pemain lintas generasi yang solid. Selain Hana Saraswati dan Gary Iskak, film ini juga dibintangi oleh Yama Carlos, Audy Bella, Joe Richard, Dodit Mulyanto, Debby Sahertian, Ingrid Widjanarko, hingga komika Pak Yusub.
Film ini bukan sekadar tontonan horor biasa, melainkan sebuah warisan akting dan penghormatan terakhir bagi sosok Gary Iskak di industri film Tanah Air.
Bagi para penikmat film horor, Lastri: Arwah Kembang Desa dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026. Sebuah sinema yang layak dinantikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi sang aktor legendaris.