Bagikan:

JAKARTA - Gigi dan gusi yang terasa nyeri karena radang sering terjadi pada banyak orang. Kondisi ini mengganggu, karena menimbulkan rasa tidak nyaman saat makan, minum, atau berbicara.

Untuk mengatasinya, tak semau orang bisa langsung memeriksakan diri ke dokter, terutama jika terjadi di malam hari. Dengan demikian, pertolongan pertama sangat penting diketahui untuk mengatasinya sementara waktu.

Guru Besar Ilmu Periodonsia dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Amaliya, drg, M.Sc, Ph.D, mengatakan terdapat beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri radang gigi dan gusi sementara.

Cara sederhana tersebut adalah dengan berkumur menggunakan air yang sudah dicampur garam. Jika tidak mempan, maka bisa berkumur menggunakan air rebusan daun sirih.

“Ada beberapa hal yang sederhana yang bisa kita lakukan di rumah. Pertama, kalau terasa ada peradangan pada gusi atau gigi agak linu, bisa berkumur dengan air garam,” kata Amaliya, saat ditemui di Cipete, ditulis pada Senin, 22 Desember 2025.

Jika pertolongan pertama tersebut dilakukan di malam hari dan nyeri pada gigi dan gusi mereda, bukan berarti masalahnya sudah teratasi dengan baik. Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter keesokan harinya.

“Kadang-kadang besok paginya ‘ah sudahlah nggak usah ke dokter, karena sudah nggak sakit’. Sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter gigi,” tuturnya.

Konsultasi harus tetap dilakukan karena hanya dokter gigi yang bisa mengetahui penyebab nyeri pada gigi dan gusi yang Anda rasakan. Dengan mengetahui penyebab pastinya, maka penanganan akan lebih mudah dan cepat dilakukan.

Selain itu, Amaliya juga mengingatkan agar masyarakat rutin memeriksakan gigi minimal satu atau dua tahun sekali. Dengan pemeriksaan rutin ini, maka kita bisa mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mencegah terjadinya masalah.

“Dalam keadaan sehat pun, kita tetap harus memeriksakan diri ke dokter gigi. Minimal satu tahun sekali atau dua kali. Jadi, kalau ada penyakit yang ringat, itu bisa langsung segera ditangani supaya tidak menjadi lebih parah atau lebih sakit dari sebelumnya,” pungkas Amaliya.