Bagikan:

YOGYAKARTA - Gusi belakang bengkak dan sakit menelan sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Perlu Anda ketahui, kondisi ini biasanya berkaitan beberapa kondisi kesehatan serius.

Jika gusi belakang bengkak dan sakit menelan tidak segera ditangani, keluhan bisa semakin parah dan berisiko menimbulkan komplikasi. Untuk itu, penting mengenali penyebab, gejala, serta langkah penanganan yang tepat agar masalah kesehatan mulut ini tidak berlanjut.

Gusi Belakang Bengkak dan Sakit Menelan, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, gusi bengkak bisa muncul karena berbagai penyebab lain, seperti infeksi, perubahan hormon, hingga kekurangan vitamin. Meskipun demikian, gusi bengkak bisa bersifat sementara atau menjadi masalah yang berlangsung lebih lama.

Gusi yang bengkak biasanya berwarna merah atau keunguan karena aliran darah meningkat. Kemudian permukaannya bisa terlihat halus atau mengkilap, dan sering kali mudah berdarah.

Apa penyebab gusi bengkak?

Gusi bengkak bisa dipicu oleh banyak hal dan masalah pada gigi sering menjadi penyebab utamanya, tapi kondisi kesehatan lain juga bisa berperan. Selain itu, terdapat penyebab yang berhubungan dengan gigi di antaranya:

  • Makanan terselip di gusi, seperti kulit jagung.
  • Gigi bernanah (abses gigi).
  • Gingivitis (radang gusi tahap awal).
  • Periodontitis (penyakit gusi tahap lanjut).
  • Trench mouth (radang gusi parah).
  • Gingivostomatitis (infeksi virus atau bakteri pada mulut).
  • Gigi palsu yang tidak pas.
  • Perawatan ortodonti (behel).
  • Gigi berlubang.
  • Gigi terinfeksi.
  • Retak pada akar gigi.
  • Benda asing tersangkut di gusi (sisa makanan atau semen gigi).

Selain beberapa penyebab di atas, juga terdapat penyebab lainnya termasuk:

  • Efek samping obat-obatan.
  • Infeksi virus seperti herpes mulut atau HIV.
  • Infeksi jamur seperti sariawan (thrush).
  • Kekurangan vitamin B.
  • Kekurangan vitamin C atau skorbut (defisiensi vitamin C parah).
  • Diabetes yang tidak terkontrol.
  • Merokok atau konsumsi tembakau.
  • Perubahan hormon saat pubertas, kehamilan, atau menopause.
  • Kanker darah seperti leukemia.

Pengobatan

Perawatan gusi bengkak tergantung pada penyebabnya. Namun jika masalahnya adalah penyakit gusi, dokter gigi atau spesialis gusi (periodontis) akan merekomendasikan terapi sesuai kondisinya. Adapun beberapa perawatan gigi yang umum dilakukan, di antaranya:

  • Pemberian antibiotik.
  • Menyikat gigi dan flossing lebih rutin.
  • Scaling dan root planing (pembersihan gigi mendalam).
  • Operasi tulang gusi (untuk mengurangi kantong gusi).
  • Prosedur LANAP® (perawatan gusi dengan laser).

Namun jika hanya satu gigi yang mengalami bengkak, bisa jadi ada abses gigi. Dokter biasanya menyarankan perawatan saluran akar atau pencabutan gigi.

Kemudian jika gusi bengkak tapi bukan karena penyakit gusi, dokter akan mencari penyebab lain. Biasanya dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi, diabetes, atau kekurangan vitamin. Setelah penyebab ditemukan, pengobatan akan disesuaikan.

Baca juga artikel yang membahas Obat Tradisional Anak Demam Malam yang Mudah Ditemukan

Perawatan di rumah untuk gusi bengkak

Sementara itu, jika gusi bengkak berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter gigi. Sambil menunggu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan gejala:

  • Sikat gigi dan flossing setiap hari.
  • Kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari.
  • Kompres wajah dengan es untuk mengurangi bengkak dan peradangan.

Lantas, apakah gusi bengkak bisa sembuh? Tenang, gusi bengkak bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat. Dalam beberapa kasus, bengkak bahkan bisa reda dengan sendirinya, misalnya jika ada makanan tersangkut di gusi dan sudah dibersihkan.

Akan tetapi, bila penyebabnya penyakit gusi, biasanya dibutuhkan perawatan medis. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang kesehatan gusi terjaga dalam jangka panjang.

Jika penyebabnya bukan penyakit gusi, dokter akan menentukan pengobatan sesuai kondisi yang mendasarinya. Segera hubungi dokter gigi atau periodontis jika gusi bengkak tidak kunjung membaik dalam dua minggu.

Jika timbul nyeri hebat yang tidak hilang meski sudah minum obat, segera cari pertolongan medis. Penanganan cepat dapat mencegah masalah semakin parah.

Selain pembahasan mengenai gusi belakang bengkak dan sakit menelan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!