Bagikan:

YOGYAKARTA - Demam pada malam hari bisa membuat anak rewel dan sulit tidur. Hal tersebut membuat obat tradisional anak demam malam sering dicari orang tua sebagai solusi alami dan aman.

Dengan bahan sederhana, ada banyak ramuan herbal yang bisa membantu menurunkan panas tanpa efek samping. Sebagai orang tua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk kesehatan si kecil bukan?

Obat Tradisional Anak Demam Malam

Dilansir dari laman Healthline, terdapat dua tanaman herbal yang dapat menurunkan demam, sebagai berikut:

  • Daun Kelor (Moringa)

Moringa atau daun kelor dikenal kaya gizi dan manfaat. Hampir semua bagiannya mengandung vitamin, mineral, antioksidan, hingga antibakteri.

Penelitian pada tahun 2014 menemukan bahwa kulit batang kelor bisa membantu menurunkan demam pada kelinci. Namun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan efek serupa pada manusia.

Perlu hati-hati, moringa sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil atau orang yang sedang minum obat tertentu, seperti obat kolesterol (lovastatin), obat alergi (fexofenadine), atau obat jamur (ketoconazole).

  • Akar Kudzu

Akar kudzu adalah herbal turun temurun yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Kandungannya dipercaya bisa mengurangi peradangan dan nyeri.

Menariknya, beberapa riset menyebutkan kudzu mungkin bermanfaat untuk demam, diare, atau masalah inflamasi lain. Meskipun demikian, bukti ilmiahnya masih sangat terbatas.

Jika Anda sedang mengkonsumsi tamoxifen, methotrexate, atau memiliki kanker yang sensitif hormon, akar kudzu tidak disarankan. Untuk penderita diabetes, konsultasi dokter sangat penting karena kudzu bisa menurunkan gula darah dan berisiko bentrok dengan obat yang sedang diminum.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencobanya, kudzu sendiri banyak dijual dalam bentuk bubuk, kapsul, atau ekstrak cair.

Jadi kesimpulannya, meski herbal seperti daun kelor atau akar kudzu terdengar menjanjikan, penggunaannya untuk mengatasi demam anak masih belum terbukti aman maupun efektif.

Jadi, lebih baik tetap gunakan cara medis yang terbukti, dan selalu konsultasikan ke dokter jika si kecil mengalami demam.

Baca juga artikel yang membahas Kondisi Tubuh Setelah Berhenti Merokok, Ini Faktanya

Kapan Harus ke Dokter Saat Demam?

Sebagian besar demam bisa ditangani di rumah, tetapi ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis.

Menurut dr. Li, dokter penyakit dalam yang memeriksa pasien di Henry Ford Medical Center, jika suhu tubuh terus-menerus lebih dari 39,5°C (103°F) disertai rasa sakit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Kemudian apabila demam terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang memiliki sistem imun lemah juga disarankan untuk mencari pertolongan medis lebih awal.

Untuk orang dewasa, demam yang disertai sakit kepala, mual, nyeri perut, atau perubahan kesadaran seperti linglung merupakan tanda bahwa saatnya mencari bantuan medis.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua untuk menghubungi dokter jika anak mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Suhu tinggi di atas 39,5°C
  • Mengalami kejang akibat demam
  • Anak berusia 2 tahun atau lebih muda dan demam lebih dari 24 jam
  • Anak berusia di atas 2 tahun dan demam lebih dari 72 jam
  • Demam disertai gejala lain seperti nyeri telinga parah, leher kaku, sakit perut, muntah atau diare berulang

Dr. Li menambahkan, jika orang tua ragu atau merasa khawatir dengan kondisi anak maupun orang dewasa yang demam, ikuti naluri Anda dan segera hubungi dokter. Lebih baik memastikan daripada menunda penanganan.

Selain pembahasan mengenai obat tradisional anak demam malam, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!