YOGYAKARTA – Olahraga yang paling efektif untuk menghindari sakit asma atau mencegah kekambuhan penyakit itu adalah olahraga yang intensitasnya rendah-sedang dan melatih pernapasan. Jika dilakukan secara rutin, frekeunsi kekambuhan penyakit asma akan jauh berkurang.
Dikutip dari AI-Care, asma merupakan gangguan pernapasan yang bersifat reversibel (sementara), di mana penderitanya bisa merasa sesak napas tiba-tiba, sakit dada, napas berbunyi (mengi), dan batuk.
Asma umumnya dipicu oleh peradangan kronis pada saluran pernapasan. Jenis penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan bisa tiba-tiba kambuh saat melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.
Untuk mencegah kekambuhan, penderita asma disarankan melakukan aktivitas fisik yang intensitasnya ringan hingga sedang.
Lantas, apa saja olahraga yang dapat menghindari sakit asma? Simak informasi selengkapnya dalam artikel di bawa ini.
Olahraga yang Paling Efektif untuk Menghindari Sakit Asma
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan olahraga yang paling efektif untuk menghindari sekaligus mencegah kekambuhan penyakit asma:
- Berenang
Berenang membantu melatih otot-otot pernapasan serta memungkinkan paru-paru menghirup udara yang hangat dan lembap. Meski demikian, durasi dan frekuensi berenang sebaiknya dibatasi karena kandungan klorin di kolam renang diduga dapat memicu serangan asma jika terlalu sering terpapar.
- Jalan kaki
Penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan bahwa jalan kaki sebanyak tiga kali dalam seminggu selama 12 minggu dapat membantu mengontrol asma sekaligus meningkatkan kebugaran fisik tanpa memicu kambuhnya gejala.
Aktivitas ini dapat dilakukan selama sekitar 30 menit, diawali dengan pemanasan 5 menit dan diakhiri pendinginan selama 5 menit.
BACA JUGA:
- Lari
Lari jarak pendek termasuk olahraga yang masih aman bagi penderita asma dan umumnya tidak memicu serangan. Sebaliknya, lari jarak jauh seperti maraton justru berisiko menimbulkan gejala. Jarak lari yang disarankan sekitar 1,5 km dengan waktu maksimal 10 menit.
- Voli
Permainan voli tidak menuntut terlalu banyak aktivitas berlari karena melibatkan kerja sama tim. Gerakan memukul bola juga relatif sederhana dan tidak terlalu menguras tenaga, sehingga cocok bagi penderita asma.
- Yoga
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yoga hatha yang dilakukan sekitar 2,5 jam per minggu selama 10 minggu mampu memperbaiki kualitas hidup penderita asma. Selain aman, olahraga ini juga berperan dalam menurunkan risiko kekambuhan gejala.
- Bersepeda
Bersepeda dengan intensitas ringan tergolong aman dan tidak memicu serangan asma. Aktivitas ini bahkan bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Selain bersepeda di luar ruangan, penderita asma juga dapat menggunakan sepeda statis di dalam rumah.
- Olahraga dengan raket
Jenis olahraga ini memungkinkan pemain beristirahat secara berkala. Kecepatan permainan bisa diatur sesuai kemampuan, serta memberi kesempatan untuk minum dan beristirahat kapan saja. Intensitas latihan juga lebih ringan bila dimainkan secara berpasangan. Contoh olahraga raket yang relatif aman untuk penderita asma antara lain tenis, squash, bulu tangkis, dan baseball.
Sekedar informasi tambahan, beberapa jenis olahraga, seperti sepak bola, bola basket, dan lari jarak jauh, cenderung memicu munculnya gejala asma. Oleh sebab itu, olahraga tersebut sebaiknya dihindari oleh penderita asma.
Apabila gejala asma muncul saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan gunakan inhaler untuk meredakan serangan. Penting juga untuk selalu mengikuti anjuran dan penanganan yang diberikan oleh dokter.
Secara umum, kualitas hidup penderita asma dapat meningkat dengan rutin berolahraga secara aman, mengonsumsi obat sesuai resep dokter, serta melakukan pemeriksaan dan pemantauan fungsi paru-paru secara berkala.
Demikian informasi tentang olahraga yang paling efektif untuk menghindari sakit asma. Untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya, baca VOI.id.