YOGYAKARTA - Dalam bahasa Arab, fhaasiq atau orang fasik adalah keluar dari sesuatu. Dalam Islam, pengertian fasik yaitu seseorang yang sudah meninggalkan ketaatan terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Menurut KBBI, fasik mempunyai arti tidak peduli kepada Tuhan. Selain itu, orang yang yakin kepada Allah SWT tetapi tidak menjalankan perintah-Nya bahkan melakukan maksiat.
Dikutip dari buku Politik Hukum: Studi Perbandingan dalam Praktik Ketatanegaraan Islam dan Sistem Hukum Barat oleh Abdul Manan, menurut Imam al-Jurjani, secara istilah orang fasik adalah orang yang menyaksikan tapi tidak meyakini dan menjalankan. Adapun al-Mansur menjelaskan bahwa fasik mempunyai makna maksiat, meninggalkan perintah Allah dan menyimpang dari jalan yang benar.
Dalam bukunya Ular Menunggu Jenazah, Riziem Aizid menjabarkan, meski sering kali dianggap sama, fasik berbeda dengan kafir. Orang kafir memiliki arti keluar dari agama, adapun orang fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan terhadap perintah Allah SWT.
Jenis-Jenis Fasik
Dalam bukunya "Kitab Mukasyafatul Qulub," menurut Imam Al-Ghazali, seorang fasik adalah individu yang mengerjakan perbuatan durhaka, melanggar janji, dan menyimpang dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya. Ia membagi dua jenis orang fasik, antara lain:
Fasik yang Kafir
Pertama, orang fasik yang kafir adalah mereka yang tidak mempunyai iman kepada Allah SWT dan rasul-Nya. Mereka dihindarkan dari hidayah dan masuk dalam kesesatan seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Kahf ayat 50,
وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ كَانَ مِنَ الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّهٖؕ اَفَتَـتَّخِذُوۡنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗۤ اَوۡلِيَآءَ مِنۡ دُوۡنِىۡ وَهُمۡ لَـكُمۡ عَدُوٌّ ؕ بِئۡسَ لِلظّٰلِمِيۡنَ بَدَلًا
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia berasal dari golongan jin dan telah durhaka terhadap perintah Tuhannya. Apakah kamu akan menjadikannya dan keturunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sementara mereka adalah musuhmu? Iblis sungguh buruk sebagai pengganti Allah bagi orang-orang yang zalim.
Fasik Fajir
Kedua, fasik fajir yaitu mereka yang mengonsumsi khamar, makanan yang diharamkan, berzina, mendurhakai perintah Allah, tidak melaksanakan ibadah, terjebak ke dalam kemaksiatan. Meski terdapat kesamaan, tapi keduanya memiliki perbedaan mendasar.
Pengampunan atas dosa orang yang sudah berbuat fasik dan kafir tidak dapat diharapkan kecuali dengan menyatakan dua kalimat syahadat dan menjalani pertobatan sebelum wafat. Namun, bagi orang yang sudah berbuat fasik fajir, pengharapan pengampunan bisa didapatkan melalui pertobatan sebelum wafat.
BACA JUGA:
Karakter Orang Fasik
Dikutip dari buku Iman dan Takwa Peraih Muflihun karya Nasikin Purnama, orang fasik dapat dikenali secara mudah dengan karakteristik di bawah ini.
Memutuskan Hubungan Silaturahmi
Islam mengajarkan agar tetap menjaga hubungan sesama manusia dengan cara silaturahmi. Adapun orang fasik hanya mau menjalin hubungan dengan orang yang membantu mereka saja.
Melanggar Perjanjian Manusia dengan Allah
Tentunya menjadi sebuah kewajiban bagi umat Muslim untuk beribadah dan hanya meminta pertolongan kepada Allah SWT. Namun, berbeda dengan orang fasik, mereka senang memohon kepada Allah tetapi lalai dalam ibadah dan lebih condong pada duniawi.
Gemar Berbuat Dosa dan Melanggar Perintah Allah
Seperti yang dijelaskan oleh firman Allah SWT, "Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang lupa terhadap Allah, sehingga Allah membuat mereka lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang berbuat fasik." (Al-An'am: 49)
Berbuat Kerusakan di Muka Bumi
Contohnya, merusak hamparan hutan yang semestinya menjadi sumber resapan air menjadi pemukiman atau perumahan. Sehingga, saat musim hujan tiba, akan sering terjadi banjir dan tanah longsor di daerah tersebut.
Mengubah Hukum Allah yang Telah Jelas kebenarannya
Orang fasik sangat senang mengubah hukum Allah karena mereka tidak dapat mengerjakannya. Meski tahu hukumannya berat, mereka tidak peduli dan abai terhadap hukum tersebut.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 59, Allah berfirman:
"Kemudian, orang-orang yang berlaku zalim menggantikan perintah-perintah yang telah diberikan kepada mereka dengan yang bukan perintah yang seharusnya. Sebagai akibatnya, Kami menghantarkan bencana dari langit kepada mereka karena perbuatan fasik mereka. Meskipun telah diberikan berbagai kenikmatan kepada mereka, Bani Israil tetap ingkar kepada Allah."
Demikianlah ulasan mengenai orang fasik yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan pendapat ulama. Semoga kita terhindar dari keburukan tersebut. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.