JAKARTA - Sutradara James Cameron membuat pernyataan yang menuai respons pro dan kontra di tengah promosi film terbarunya, Avatar: Fire and Ash yang akan tayang pada bulan depan.
Dalam siniar dengan The Town with Matthew Belloni, James Cameron mendapat pertanyaan tentang bagaimana pendapat Netflix yang bersaing dengan Paramount dan Comcast untuk mengakuisisi Warner Bros. Cameron menjawab ia ingat ketika CEO Netflix mengatakan teater sudah mati.
“(Ted) Sarandos sempat bilang film teater sudah mati. Sekarang dia menjadi teater yang menjanjikan jika dia beli Warner Bros,” kata James Cameron.
“Umpan yang payah. Kita akan merilis film selama seminggu atau 10 hari. Kemudian menganggap film kita pantas untuk pertimbangan Oscar. Pemikiran itu busuk. Sebuah film harusnya dibuat sebagai film untuk bioskop,” katanya.
“Academy Awards tidak berarti bagi saya jika yang mereka maksud bukan bioskop. Itu mengerikan,” katanya.
Lebih lanjut, James Cameron menganggap film orisinal Netflix seharusnya tidak bisa masuk sebagai syarat nominasi Oscar kecuali mereka mengubah syarat dengan perilisan di bioskop.
BACA JUGA:
“Netflix harusnya diizinkan untuk berkompetisi (di Oscar) jika mereka merilis film di 2000 teater selama sebulan,” kata James Cameron.
Beberapa tahun ke belakang, sejumlah film Netflix mendapat nominasi Film Terbaik di Oscar walau mereka tidak membuat perilisan di bioskop.
Film Roma menjadi film pertama Netflix di nominasi tersebut pada tahun 2019. Kemudian ada The Irishman, The Trial of the Chicago 7, The Power of the Dog dan Emilia Perez.
Tahun ini, sejumlah film Netflix seperti Frankenstein, Train Dreams, dan Jay Kelly diproyeksi dalam ajang penghargaan tahun depan. Mereka tayang di bioskop dalam waktu terbatas sebelum rilis di Netflix.