Bagikan:

YOGYAKARTA - Tren di media sosial yang sedang ramai akhir-akhir ini membuat banyak orang akhirnya mengenal Bird Theory. Dilansir dari Independent, tren ini sebelumnya pernah muncul pada 2023 lalu, tapi sekarang kembali viral.

Tren tersebut kembali viral karena unggahan Layne Berthoud, yang ditonton hampir 5 juta kali dalam jangka waktu lima hari. Selang beberapa waktu, tren ini dicoba oleh banyak pengguna medsos yang lain, termasuk aktris Kelly Ripa.

Bird Theory adalah tes yang dilakukan untuk menguji seberapa responsif pasangan terhadap hal-hal kecil yang dibagikan. Tes ini memang terlihat sepele tapi dianggap dapat menjadi parameter ikatan pasangan atas satu sama lain.

Adapun cara melakukannya cukup sederhana, yaitu dengan menjelaskan satu hal sepele kepada pasangan; sedangkan dalam tes yang viral tersebut, adalah soal melihat burung.

"Aku melihat burung pagi ini," demikian kata Kelly Ripa pada sang suami, Mark Consuelos, seperti yang diberitakan People. Sang suami yang tidak memahami soal tes ini menjawab, "Oh ya? Burung jenis apa?"

Kelly Ripa pun terkaget-kaget sambil berteriak semringah, "Ya Tuhan, dia mencintaiku!"

Mengenal Bird Theory

Meskipun hanya terlihat seperti kegiatan seru-seruan bersama pasangan, pada dasarnya Bird Theory ini berbasis dari riset Dr. John Gottman, seorang ahli psikologi asal Amerika Serikat.

Dilansir dari Psychology Today, John Gottman dan Nan Silver dari Universitas Washington berpendapat, pasangan menjaga hubungan mereka tetap kuat saat mereka merespons "tawaran" satu sama lain untuk saling terhubung.

Pernyataan tersebut dikuatkan kembali dalam artikel Dr John Gottman dan istrinya, Julie Gottman, tahun 2017 dengan judul "The Natural Principles of Love" yang diterbitkan dalam Journal of Family Theory & Review. Dalam tulisan tersebut dirangkum lebih dari empat puluh tahun penelitian, data, dan kerja klinis mereka.

Dari hasil risetnya, pasangan peneliti ini memiliki kesimpulan bahwa pasangan yang berbahagia, menyambut upaya pasangannya untuk terhubung satu sama lain. Angkanya bahkan disebut mencapai ratusan setiap harinya. Hal yang ditanyakan tentu tidak selalu tentang burung, tapi bisa beberapa hal kecil lain.

Keduanya melakukan pendataan bahwa pasangan yang langgeng dalam pernikahannya, saling menyambut "tawaran untuk terhubung" selama 86 persen dari waktu ke waktu. Sementara, pasangan yang akhirnya berpisah, hanya melakukannya sebanyak 33 persen.

John dan Julie Gottman menjelaskan pentingnya upaya untuk tetap terhubung ini, seperti "tabungan emosi" yang dibangun seiring berjalannya waktu, dan akan menjadi penyangga saat kerenggangan dan kekesalan kecil terjadi.

Bird Theory Bukan Satu-satunya Patokan

Bagaimana pendapat psikolog lain mengenai tes ini? Sejumlah psikolog memberi saran pada warganet agar tidak menjadikan Bird Theory sebagai satu-satunya patokan kesehatan hubungan.  

Pakar kesehatan mental Vanessa Milagros menjelaskan eksperimen ini memang menarik, tapi sebaiknya tak perlu dijadikan ajang mencari ribut dengan pasangan.

"Karena ada beberapa waktu saat seseorang melewatkan momen. Kita tidak bisa selalu fokus, dan yang penting adalah melihat pola keseluruhannya," jelas dia.

Salah satu hal yang digarisbawahi, yaitu apakah dalam sebuah hubungan Anda merasa diperhatikan. Hal senada juga dijelaskan oleh Dr Carrie Cole, Kepala Riset di Gottman Institute.

"Jika ada yang gagal dalam tes ini, kuharap orang-orang tidak menganggapnya sebagai pertanda bahwa hubungan mereka akan berakhir," jelas Dr. Cole.

Demikianlah ulasan mengenai bird theory​​​​​​. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.