Bagikan:

YOGYAKARTA – Siklus akuntansi perusahaan dagang merupakan serangkaian proses pencatatan yang sistematis, dimulai dari pencatatan transaksi jual beli barang hingga penyusunan laporan keuangan akhir. Proses ini terjadi secara berulag-ulang dan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan untuk periode tertentu.

Melalui siklus akuntansi, perusahaan dapat memastikan seluruh transaksi tercatat dengan benar, mulai dari awal periode hingga proses penutupan dan pembalikan saldo.

Memahami siklus kkuntansi perusahaan dagang juga membantu meminimalkan kesalahan dan potensi fraud. Dengan alur yang teratur dan sistematis, setiap perubahan keuangan perusahaan dapat dipantau secara jelas dan akurat.

Tahapan Siklus Akuntasi Perusahaan Dagang

Dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya ada 11 tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang yang terjadi secara sistematis, berulang dan berurutan dalam setiap periode transaksi. Prosesnya dimulai dari pencatatan transaksi di jurnal umum hingga membuat jurnal pembalik.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tahapan  siklus akuntansi perusahaan dagang yang perlu Anda ketahui:

  1. Mencatat Transaksi dalam Jurnal Umum

Tahap pertama dalam siklus akuntansi adalah mencatat seluruh transaksi bisnis ke jurnal umum. Setiap peristiwa keuangan, seperti pembelian aset atau pembayaran kas, dicatat dalam bentuk entri jurnal.

Untuk perusahaan dengan jumlah transaksi besar, penggunaan jurnal khusus seperti jurnal kas masuk, kas keluar, pembelian, dan penjualan sangat membantu agar proses pencatatan lebih efisien.

  1. Mencatat di Buku Besar Pembantu

Setelah dicatat di jurnal umum, entri tersebut diposting ke buku besar pembantu. Langkah ini berfungsi mengelompokkan transaksi berdasarkan akun tertentu, seperti piutang atau utang. Data pada buku besar pembantu kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan neraca saldo.

  1. Menyusun Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian

Neraca saldo sebelum penyesuaian berisi daftar akun beserta saldonya sebelum jurnal penyesuaian dibuat. Saldo dari buku besar dipindahkan ke neraca saldo dengan menempatkan debit di kolom kiri dan kredit di kolom kanan. Perusahaan dengan sistem akuntansi komputer biasanya mendapatkan neraca saldo secara otomatis setelah posting dilakukan.

  1. Membuat Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian dilakukan pada akhir periode akuntansi untuk memastikan pendapatan dan beban dicatat pada waktu yang tepat. Jenis penyesuaian meliputi pembayaran di muka, akrual, dan pengeluaran non-tunai. Tahapan ini memastikan laporan keuangan benar-benar mencerminkan kondisi perusahaan.

  1. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Neraca saldo setelah penyesuaian memuat akun-akun yang sudah diperbarui setelah entri penyesuaian dilakukan. Prosesnya mirip dengan neraca saldo sebelumnya, namun saldonya telah mencerminkan penyesuaian akhir tahun. Akun dengan saldo nol tidak perlu dicantumkan.

  1. Menyusun Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan tujuan utama dari seluruh proses akuntansi. Dokumen yang disusun meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan, dan arus kas. Informasi ini sangat penting bagi investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menilai kinerja perusahaan.

  1. Membuat Lembar Kerja Akuntansi

Lembar kerja akuntansi digunakan untuk membantu akuntan menyelesaikan setiap tahap dalam siklus akuntansi. Di dalamnya terdapat kolom untuk neraca saldo belum disesuaikan, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, dan laporan keuangan. Lembar ini memudahkan proses pengecekan dan perbandingan antar tahapan.

  1. Menyusun Jurnal Penutup

Jurnal penutup dibuat untuk menutup akun-akun sementara seperti pendapatan dan beban, kemudian memindahkan saldonya ke akun permanen. Langkah ini dilakukan pada akhir periode akuntansi dan sering disebut sebagai proses “menutup buku”.

  1. Membuat Ringkasan Penghasilan

Ringkasan penghasilan merupakan akun sementara yang digunakan untuk menampung saldo pendapatan dan beban sebelum dipindahkan ke laba ditahan. Akun ini hanya digunakan selama proses penutupan dan tidak muncul pada periode berjalan.

  1. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan berisi akun permanen yang masih memiliki saldo setelah jurnal penutup dibuat. Dokumen ini memastikan semua akun sementara telah ditutup dengan benar dan keseimbangan debit-kredit tetap terjaga.

  1. Membuat Jurnal Pembalik

Tahap terakhir adalah membuat jurnal pembalik. Jurnal ini dibuat pada awal periode baru untuk membalik beberapa jurnal penyesuaian sebelumnya, khususnya yang berkaitan dengan akrual atau pembayaran di muka. Langkah ini bersifat opsional, tergantung kebutuhan perusahaan.

Demikian informasi tentang siklus akuntansi perusahaan dagang. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.id.