Bagikan:

YOGYAKARTA – Dalam sebuah penelitian, kerangka berpikir adalah model konseptual yang digunakan untuk menggambarkan alur berpikir peneliti. Kerangka ini disusun secara sistematis dan saling berhubungan. Artikel ini akan membahas pengertian kerangka berpikir penelitian sebagai karya ilmiah.

Mengenal Kerangka Berpikir Penelitian​

Dalam tulisan di Jurnal Lentera berjudul Strategi Penyusunan Kerangka Berpikir: Meningkatkan Kualitas Penelitian (Heni Listiana:2025) dijelaskan bahwa kerangka berpikir adalah rencana atau panduan yang menunjukkan bagaimana peneliti menghubungkan konsep dan ide di dalam penelitian yang ia susun.

Kerangka berpikir dalam penelitian juga bisa dianalogikan sebagai peta. Fungsinya adalah untuk memahami keterkaitan berbagai konsep atau variabel yang sedang dikaji. Dengan adanya kerangka berpikir, arah penelitian jadi lebih jelas, sistematis, sekaligus jadi bukti bahwa penelitian disusun berdasarkan aturan akademik yang tepat.

Dalam penyusunan penelitian, kerangka berpikir disusun oleh peneliti. Agar kerangka berpikir yang disusun baik, peneliti harus menyusunnya dengan didasarkan pada fondasi teori yang kuat dengan argumentasi ilmiah yang logis.

Manfaat Kerangka Berpikir dalam Penelitian

Penyusunan kerangka berpikir dalam sebuah penelitian tidak dilakukan tanpa alasan. Ada beberapa manfaat yang didapatkan dengan menerapkan kerangka pikir yang baik yakni sebagai berikut.

  • Membantu menjawab rumusan masalah

Peneliti akan sangat terbantu dalam merumuskan konsep penelitian yang matang. Dengan begitu seluruh pertanyaan yang berkaitan dengan rumusan masalah bisa dijawab seluruhnya.

  • Membantu pelaksanaan penelitian

Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti perlu memberi gambaran yang jelas bagaimana proses penelitian yang ia lakukan. Proses ini perlu dijelaskan kepada pembaca agar mampu mengikuti alur berpikir.

  • Menghubungkan berbagai unsur penelitian

Seluruh unsur penelitian harus terhubung secara berurutan. Sederhananya, kerangka pikir akan membantu peneliti menghubungkan seluruh variabel dan data penelitian sejelas-jelasnya.

  • Membantu pembaca memahami penelitian

Jika kerangka berpikir disusun secara terstruktur dan logis, penulis mampu menyusun hasil penelitiannya dengan jelas. Dengan begitu pembaca juga lebih mudah memahami saat membaca penelitian.

Cara Menyusun Kerangka Berpikir

Dalam buku yang berjudul Cara Kreatif Menulis Karya Ilmiah yang ditulis oleh Sukirman, S.S., M.Pd., dikatakan bahwa kerangka berpikir yang baik harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut.

  • Variabel yang akan diteliti wajib dijelaskan

Poin ini menekankan bahwa peneliti harus mengidentifikasi sekaligus menjelaskan variabel yang akan menjadi fokus penelitian. Tujuannya adalah untuk menjelaskan kepada pembaca apa yang diteliti dan bagaimana variabel terkait dengan tujuan penelitian.

  • Uraian harus mampu menjelaskan variabel dengan teori yang mendasari

Kerangka berpikir juga perlu menjelaskan keterkaitan pada variabel. Gambarkan hubungan antara variabel secara logis, dengan didasarkan pada teori atau konsep yang relevan.

  • Mampu menjelaskan arah dan bentuk hubungan antar variabel

Kerangka berpikir harus menunjukkan hubungan antara variabel, apakah negatif atau positif. Atau apakah hubungan bersifat kausal atau interaktif. Hal ini penting agar mampu mengidentifikasi variabel-variabel tersebut saling mempengaruhi.

  • Penyajian kerangka berpikir dalam bentuk diagram

Kerangka berpikir perlu disajikan dalam bentuk yang mampu memudahkan pihak lain memahami hubungan antarvariabel. Penyajian bisa berupa diagram atau paradigma penelitian.

Itulah informasi terkait kerangka berpikir penelitian​. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.