YOGYAKARTA – Bertajuk foto prewedding, Yeni Rahmawati atau dikenal dengan Boiyen Pesek dan sang suami, Rully Anggi Akbar, mencuri perhatian publik. Pasalnya, potret sebelum dilangsungkan akad dan resepsi nikah ini dilakukan di Yogyakarta. Di Pasar Beringharjo, pasangan pengantin ini berpose bahagia di tengah keramaian aktivitas pasar tradisional.
Boiyen Pesek dan Rully menikah pada 15 November lalu di bilangan BSD Tangerang. Tanggal dan gedung tempat resepsi, sempat mengalami perubahan karena sejumlah faktor, termasuk menyesuaikan kehadiran sahabat baik Boiyen, Desta dan Vincent. Intip potret Boiyen dan sang suami yang bahagia pada momen prewedding berikut ini.
Pada potret pertama, pasangan ini berdiri santai di bawah penunjuk arah yang ikonik di Malioboro. Boiyen memakai gaun putih dan sang suami setelan hitam, kontras dengan suasana jalanan yang ramai dan kasual. Senyum lepas keduanya menghadirkan kesan ringan dan penuh spontanitas. Foto ini menunjukkan bahwa romantisme tidak selalu harus bersetting glamor, cukup di tengah hiruk pikuk kota dengan energi bahagia.
Dalam foto ini Boiyen dan suami tampil dengan gaya kasual edgy mengenakan jaket kulit hitam dan kacamata gelap. Mereka membungkuk ke arah kamera dari atas tangga, seolah menyapa penonton dengan gaya playful. Komposisi tangga dan signage “Blok A” memberi konteks kuat bahwa ini bukan sekadar prewedding, melainkan penghormatan pada ruang budaya lokal. Kesan yang muncul adalah cinta bisa tumbuh dan dirayakan di tempat yang sangat membumi.
Pasangan baru ini terlihat duduk santai di anak tangga dalam kawasan pasar, tertawa bersama seolah sedang berbagi cerita ringan. Latar keramik tua dan papan nama pasar menjadi visual yang jujur dan otentik. Pilihan busana edgy dipadukan dengan lokasi klasik menciptakan kontras yang kuat namun menarik. Foto ini terasa seperti dialog cinta di antara riuh kehidupan sehari-hari.
Foto keempat menampilkan Boiyen dan suami berjalan sambil bergandengan tangan di lorong pasar yang ramai. Tatapan saling terpaut dan tawa lepas menunjukkan kedekatan emosional yang tulus. Meski berada di antara penjual dan pembeli, mereka tetap menjadi fokus tanpa terlihat mengganggu suasana sekitar. Ini adalah visualisasi cinta yang cair, menyatu dengan kehidupan masyarakat.
Pada potret terakhir, pasangan tampak bercanda dan menari di tengah lorong, mencuri momen romantis di antara aktivitas pasar. Senyum mereka lepas dan tanpa beban, menegaskan bahwa cinta bisa dirayakan di mana saja. Keramaian di sekeliling justru mempertegas keberanian mereka mengekspresikan kebahagiaan secara terbuka. Foto ini menutup rangkaian dengan nuansa penuh tawa dan energi.
Di seputaran Pasar Beringharjo, banyak spot ikonik yang terkesan klasik namun tetap hidup berdampingan dengan zaman modern yang dinamis. Seperti dalam potret prewedding Boiyen dan Rully di atas, lantai gedung tampak klasik beserta pintu metal. Boiyen dan suami berpose memakai kacamata hitam, seolah berdampingan dengan sinar matahari yang cerah.
Sederet potret Boiyen dan sang suami dalam momen prewedding, diunggah tak lama sebelum pasangan ini melangsungkan pernikahan. Pasangan ini, ternyata telah menjalin relasi dekat sejak dua tahun lalu. Menurut Rully, hubungan percintaan ini sengaja dijalani secara tertutup dan Boiyen menegaskan bahwa ia memang mencari pasangan yang siap diajak serius sedari awal.