Bagikan:

JAKARTA - Aktris Florence Pugh mengaku tidak ingin mengambil peran seperti film Midsommar, film yang membuat namanya semakin diperhitungkan di dunia film. Ia merasa peran dalam film ini membuatnya stres, bahkan setelah proses syuting selesai.

Film Midsommar menceritakan Dani (Florence Pugh) yang mengikuti kekasihnya dalam sebuah perjalanan misterius, yang mempertemukannya dengan berbagai kejadian aneh.

Dalam wawancara terbaru, Pugh mengungkap rasa emosional selama syuting yang berdampak dengan kesehatan mentalnya. Hasilnya, ia mengalami depresi selama enam bulan.

“Aku tidak bisa membuat diriku lelah karena ada efek itu. Aku pikir Midsommar membuatku sedih selama enam bulan setelahnya dan aku tidak tahu kenapa aku depresi,” kata Florence Pugh dalam siniar dengan Louis Theroux.

“Aku kembali setelah syuting film Little Women yang merupakan pengalaman seru dan berbeda secara utuh dari Midsommar, jadi aku sudah menaruh semuanya,” katanya.

Akan tetapi ketika ia kembali ke rumah setelah syuting film Little Women, ia kembali menjadi sedih yang ia anggap kesedihannya berasal dari Midsommar.

“Ketika aku pulang pas Natal, aku depresi dan berpikir, “Oh ini karena Midsommar” dan aku tidak menghadapinya jadi aku rasa aku tidak bisa melakukannya lagi,” tambah Florence Pugh.

“Aku tidak pernah melihat tingkat duka atau kesehatan mental seperti itu. Aku melewatinya. Awalnya, aku berpikir mendengar kabar salah satu saudaraku meninggal dan di tengah syuting mulai berpikir “Tidak, aku harus membayangkan petinya” dan di akhir cerita, aku seperti pergi ke pemakaman keluarga,” jelas Pugh.

Terlepas dari perasaan itu, Florence Pugh menegaskan perasaan itu tidak ada hubungannya dengan Ari Aster sebagai sutradara. Ia bahkan memuji Aster karena kepintarannya dalam mengarahkannya dalam film.