Bagikan:

JAKARTA - Banyak orang memilih minuman bersoda hampir setiap hari. Namun penelitian terbaru menunjukkan kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terkena kondisi serius pada organ hati.

Bagi mereka yang minumnya kurang dari satu kaleng per hari, kesehatan tetap bisa terancam. Selama ini, kita sering beranggapan soda diet atau minuman zero kalori adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan soda dengan gula.

Sayangnya, penelitian terbaru justru menunjukkan minuman diet dapat meningkatkan risiko penyakit hati lebih besar daripada soda yang mengandung gula.

Dilansir dari laman Unilad pada Sabtu, 8 November, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Medscape mengungkapkan bahwa mengonsumsi setidaknya 9 ons (sekitar 266 ml) minuman diet per hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) hingga 60%. Sebagai perbandingan, peminum soda biasa memiliki peningkatan risiko sekitar 50%.

Sebagai catatan, satu kaleng soda ukuran umum di Amerika adalah 12 ons, artinya hanya sedikit lebih banyak dari konsumsi tersebut.

Penyakit hati berlemak non-alkohol atau MASLD (Metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease) adalah kondisi ketika lemak menumpuk di hati meskipun seseorang jarang atau tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Meski tidak minum alkohol, kondisi ini tetap menyebabkan kerusakan hati yang parah hingga berujung pada sirosis atau kanker hati.

Saat ini, sekitar 38% masyarakat Amerika mengalami kondisi ini dan kasusnya meningkat hingga 50% dalam 30 tahun terakhir. Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab utama kanker hati di seluruh dunia.

Minuman soda biasa mengandung gula tinggi yang dapat memicu kenaikan kadar gula darah dan berat badan. Kelebihan gula juga menyebabkan penumpukan lemak di hati.

Namun minuman soda diet memiliki masalah tambahan karena pemanis buatan dan bahan kimia yang digunakan di dalamnya. Menurut peneliti, pemanis buatan dapat:

- Mengubah mikrobioma usus (bakteri baik dalam tubuh)

- Mengganggu rasa kenyang sehingga membuat kita ingin makan lebih banyak

- Meningkatkan selera untuk makanan manis

- Memicu tubuh memproduksi hormon insulin

Semua faktor ini dapat memengaruhi metabolisme dan membuat risiko penyakit hati semakin tinggi.

Minuman yang terbaik adalah air, sebab pilihan paling aman dan sehat. Air membantu tubuh tetap terhidrasi, meningkatkan rasa kenyang dan mendukung fungsi metabolisme tanpa memberikan efek samping seperti minuman manis atau diet.

Penelitian menyimpulkan bahwa mengganti soda dengan air dapat menurunkan risiko penyakit hati secara nyata.