YOGYAKARTA - Senjata tradisional setiap daerah hingga saat ini masih sering digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya sebagai pelengkap pakaian adat daerah masing-masing. Salah satu daerah yang mempunyai senjata tradisional yang cukup mematikan yaitu senjata tradisional Sumatera Barat. Nah, simak 10 senjata tradisional Sumatera Barat di bawah ini.
10 Senjata Tradisional Sumatera Barat
Kurambiak
Senjata tradisional pertama dari daerah Sumatera Barat yaitu kurambiak. Senjata tradisional ini juga mempunyai beberapa sebutan yang lain, yaitu kerambit dan karambit. Ukuran senjata ini hanya sebesar kepalan tangan.
Namun, ketajaman dan kekuatan yang dimiliki oleh senjata tradisional kurambiak cukup mematikan. Senjata ini berbentuk seperti kuku harimau yang begitu tajam.
Pada masa lalu, tanah Minang memang dihuni oleh kawanan harimau Sumatera. Leluhur tanah Minang mengadopsi bentuk kuku harimau sebagai senjata yang sangat cocok digunakan bertarung jarak dekat.
Serangan yang diterima oleh musuh ketika melawan orang Sumatera Barat yang menggunakan senjata kurambiak tentunya cukup fatal. Meski luka yang diterima hanyalah sayatan kecil, tetapi luka yang diterima oleh musuh cukup dalam.
Sumpitan
Senjata tradisional sumpitan ini cocok dimanfaatkan untuk berburu atau pertarungan jarak menengah dan jarak jauh.
Hal yang unik dari sumpitan adalah tidak mengeluarkan suara ketika digunakan. Oleh sebab itu, masyarakat yang menggunakan sumpitan untuk berburu binatang akan terasa begitu mudah. Selain itu, senjata ini juga begitu cocok digunakan saat perang gerilya karena kesenyapan dan ketepatannya.
Klewang Padang
Selanjutnya ada senjata tradisional klewang padang. Di masa lampau, senjata ini digunakan oleh pasukan Padri saat terjadi sebuah perang di Sumatera Barat pada abad ke-19. Ketika itu Perwira Padri begitu piawai menggunakan klewang padang.
Di sisi lain, kelewang padang memang mempunyai bentuk seperti golok pada umumnya. Senjata tradisional asal Sumatera Barat ini mempunyai satu mata pada bagian ujung bilah pedang yang melengkung.
Adapun pada saat ini, klewang padang lebih sering digunakan sebagai alat bantu pertanian masyarakat setempat.
BACA JUGA:
Ruduih
Sekilas senjata tradisional ruduih memang tidak berbeda dengan klewang padang. Namun, jika dilihat lebih detail lagi, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok, yaitu terdapat lengkungan pada bentuknya.
Senjata tradisional ruduih asal daerah Sumatera Barat ini dulu masih begitu banyak dimanfaatkan masyarakat setempat untuk berperang. Dikutip dari catatan dalam Museum Tridaya Eka Dharma, senjata tradisional ruduih digunakan pada perang Manggopoh yang berlangsung pada tahun 1908.
Piarih
Piarih juga menjadi salah satu senjata tradisional dari daerah Sumatera Barat. Bentuk dari senjata piarih ini seperti tombak bermata tiga atau seperti trisula. Adapun bentuk dari senjata piarih ini diadaptasi dari budaya agama Hindu sebelum agama Islam masuk ke dalam daerah Sumatera Barat.
Sebelum zaman penjajahan, piarih dimanfaatkan untuk berburu binatang besar. Namun, terkadang piarih juga digunakan sebagai alat pemotong.
Ketika zaman penjajahan, masyarakat Sumatera Barat menggunakan senjata tradisional piarih sebagai alat untuk melawan para penjajah. Hingga saat ini masyarakat setempat terus mewariskan senjata tradisional piarih sebagai warisan budaya setempat.
Karih
Bentuk dari karih hampir sama seperti keris yang ada di daerah Jawa Tengah. Keris ini terdiri dari empat bagian yaitu gembong, putiang, tunangan dan mato keris. Setiap bagian pada karih atau keris mengandung makna masing-masing.
Mulai dari gembong, yaitu sebuah pegangan keris yang mempunyai arti jika penghulu atau pemimpin suku adalah seseorang yang begitu cerdas, rendah hati dan juga selalu patuh terhadap hukum adat dan aturan dalam agama.
Keris Pusaka Minangkabau
Keris pusaka Minangkabau adalah Keris khusus yang hanya boleh disandang oleh penguasa adat pada acara-acara khusus.
Keris pusaka ini tidak digunakan dalam semua ritual adat. Selain itu, penggunaannya juga harus diperhitungkan. Artinya, mata keris ada di kiri, bukan di kanan. Hal ini bermakna sebagai sikap bahwa Pengle harus selalu berhati-hati dan berpikir sebelum berbicara atau bertindak.
Tombak
Tombak juga tergolong dalam senjata tradisional Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Di Sumatera Selatan, tombak sering disebut dengan nama tombak Trisula.
Senjata serbaguna ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat perang, melainkan juga digunakan dalam aktivitas sehari-hari seperti berburu dan menangkap ikan. Cara menggunakannya pun beragam, mulai dari dilempar ke arah sasaran hingga dimanfaatkan untuk menusuk.
Siwar
Siwar adalah belati tradisional yang umumnya dibawa dalam sabuk dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sumatera. Dalam budaya Minangkabau, belati ini juga dikenal dengan nama Seiva.
Siwar digunakan untuk bertarung dalam jarak dekat. Senjata ini mempunyai bilah yang sedikit melengkung, dapat bermata tunggal atau bermata dua. Sarungnya dibentuk dari kayu berbentuk lonjong dan dihiasi dengan ukiran yang khas.
Kujur
Kujur adalah sebuah senjata yang digunakan oleh masyarakat Minang pada masa lalu untuk berburu.
Kujur memiliki bentuk seperti tombak yang efektif untuk menangkap binatang buruan. Senjata ini tidak hanya sekedar alat, tetapi juga simbol dari keahlian dan keberanian dalam menghadapi tantangan alam.
Demikianlah ulasan tentang 10 senjata tradisional Sumatera Barat​. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.