Bagikan:

JAKARTA - Baek Se Hee, penulis asal Korea Selatan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh Korea Organ and Tissue Donation Agency pada Juamt, 17 Oktober.

Meski begitu, mereka tidak mengungkap kapan tepatnya Baek Se Hee meninggal dan penyebabnya. Mereka hanya mengungkap Baek Se Hee menyumbangkan lima organ tubuhnya.

“Kami sangat berterima kasih atas cinta yang diberikan pendonor Baek Se Hee dan keluarganya dalam memberi hadiah untuk hidup,” begitu pernyataan Lee Sam Yeol, direktur dari Korea Organ dalam pernyataannya.

“Cinta yang diberikan Baek pada akhir hidupnya setelah memberi kenyamanan dan harapan melalui tulisan menjadi keajaiban yang diberikan kepada orang lain,” katanya.

Kakak dari Baek Se Hee, Baek Da Hee juga memberi pernyataan mengenang saudara kandungnya yang menginspirasi banyak orang.

“Kakak saya, yang saya sangat cintai, ingin menulis, membagikan hatinya dengan orang lain melalui karyanya dan menginspirasi harap. Mengenal sifatnya, saya harap dia bisa istirahat dengan tenang,” ujar Baek Da Hee mengutip Korea Herald.

Baek Se Hee lahir pada tahun 1990 di Goyang dan belajar menulis hingga bekerja di perusahaan penerbit selama lima tahun. Ia mulai mengalami depresi dan mulai mengerjakan memoar yang dirilis pada tahun 2018.

Pada tahun yang sama, namanya mulai dikenal dengan buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki yang menceritakan perjuangannya menghadapi depresi. Buku ini menjadi hit secara global setelah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan terjual lebih dari dua juta eksemplar.

Setahun kemudian, Baek Se Hee merilis buku sekuelnya berjudul I Want to Die but I Still Want to Eat Tteokbokki yang menuturkan perjalanan hidupnya dalam menghadapi permsalahan mental.