Bagikan:

JAKARTA - Kualitas tidur yang baik di malam hari sangat penting untuk tubuh beristirahat dan bisa kembali segar beraktivitas keesokan harinya. Namun, banyak orang yang mengalami kualitas tidur terganggu, salah satunya karena stres yang melanda.

Stres dapat muncul dalam berbagai bentuk saat tidur, seperti susah terlelap hingga mimpi buruk. Oleh karena itu, tanda kualitas tidur terganggu akibat stres harus diketahui agar segera ditangani, sebagai berikut.

1. Insomina

Salah satu tanda seseorang stres adalah insominia, yakni kesulitan untuk tidur di malam hari. Hal ini terjadi karena saat stres, otak cenderung tetap aktif meski sudah waktunya untuk beristirahat.

“Ketika seseorang mengalami stres, otak tetap aktif dan sulit beristirahat. Inilah yang membuat banyak orang sulit untuk memejamkan mata meski tubuh sudah lelah,” kata Phil Gehrman, profesor psikologi klinis di University of Pennyslyvania, dikutip dari Huff Post, pada Rabu, 24 September 2025.

Perlu diketahui bahwa insomnia bukan sekadar gangguan tidur biasa, karena jika berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kecemasan hingga stroke. Oleh karena itu, jika tanda ini sudah berlangsung lama, maka tidak boleh dianggap remeh dan harus diatasi.

2. Mimpi buruk

Mimpi buruk sering terjadi saat pikiran dipenuhi dengan beban. Menurut dokter spesialis tidur, Dr. Daniel Barone, mengatakan bahwa mimpi buruk dapat dipicu oleh kondisi mental seperti stres, kecemasan, atau depresi.

“Pernahkah Anda bermimpi lupa membawa paspor sebelum perjalanan penting? Atau bermimpi sedang bekerja saat sedang dikejar deadline? Itu biasanya terkait dengan stres yang Anda alami,” jelasnya.

3. Terjadinya parasomnia

Stres yang dialami juga dapat memicu parasomnia, yakni gangguan tidur yang membuat seseorang berbicara, berjalan, atau bahkan makan dalam keadaan tidur.

“Jika tingkat kecemasan tinggi, kemungkinan munculnya parasomnia juga akan meningkat,” lanjut Gehrman.

Penderita biasanya tidak akan menyadari perilaku ini pada awalnya, sehingga pasangan atau anggota keluarga yang berada di dekatnya yang mengetahui lebih dahulu. Jika ini sering terjadi, maka disarankan untuk berkonsultasi ke dokter agar tidak menimbulkan risiko cedera atau gangguan tidur yang lebih serius.