JAKARTA - Pasangan Ahmad Assegaf dan Tasya Farasya telah selesai menjalani sidang mediasi pertama mereka. Berdasarkan keterangan kuasa hukum Tasya, Sangun Ragahdo usai mediasi didapati hasil sepakat sebagian.
"Hasil dari mediasi adalah sebetulnya kalau secara tertulis ini dibilangnya adalah sepakat sebagian," ujar Sangun Ragahdo di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu, 24 September.
Namun, yang pasti, Sangun Ragahdo menuturkan kalau kliennya bersikeras untuk tetep bercerai dari sang suami, Ahmad Assegaf.
"Tapi kalau kita ngomongin pokok perkara, ini tetap deadlock. Deadlock dalam artian bahwa hasil dari mediasi ini tidak dapat rujuk kembali. Sehingga sidang selanjutnya akan diadakan pada tanggal 8 Oktober ya," ucap Sangun Ragahdo.
Untuk alasan perceraian sendiri, Ragahdo menjelaskan kalau ini terkait dengan masalah kepercayaan Tasya yang sudah dihancurkan oleh Ahmad Assegaf.
"Jadi kan alasan cerai ini kan limitatif ya, sebagaimana kita tahu bersama. Jadi yang kami pakai adalah masalah perselisihan terus-menerus sehingga tidak dapat diharapkan rujuk kembali," kata Sangun Ragahdo.
Salah satu alasannya ialah adanya dugaan penggelapan uang yang dilakukan oleh Ahmad Assegaf terhadap uang perusahaan milik Tasya Farasya.
"Yang menjadi titik berat adalah adanya dugaan, tapi kami telah ada data-datanya juga. Telah kami pelajari semua adanya dugaan penggelapan dalam perusahaan untuk nominal cukup besar ya, cukup fantastis," pungkas Sangun Ragahdo.
BACA JUGA:
Sebagai informasi, Tasya Farasya telah melayangkan gugatan cerai terhadap Ahmad Assegaf sejak 12 September kemarin. Dalam pernikahan, mereka telah dikaruniai dua orang anak.