YOGYAKARTA - Kehamilan adalah momen indah sekaligus penuh dinamika. Namun, tahukah Anda bahwa stres selama hamil bukan hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga bisa membentuk kesehatan pencernaan bayi bahkan sejak dalam kandungan?
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hormon stres seperti kortisol dapat mengubah komposisi mikroba ibu yang kemudian diwariskan ke bayi. Sehingga membentuk fondasi mikrobioma bayi dan memengaruhi sistem pencernaannya ke depan.
Mikrobioma sehat memberi landasan kuat bagi sistem pencernaan bayi agar lebih tangguh dan imunitas yang baik. Jadi, menjaga kestabilan emosi selama hamil ternyata bukan hanya soal suasana hati, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang untuk buah hati.
Penelitian ini dilakukan tahun 2025 di laboratorium menggunakan model tikus. Mengutip Motherly, Rabu, 3 September, ketika ibu tikus mengalami stres kronis, anak-anak tikus yang lahir menunjukkan pola mikrobioma berbeda, ternyata ini yang berkaitan dengan kecenderungan depresi. Lebih menariknya, ketika mikrobioma tersebut ditransfer ke tikus lain, terjadi juga peningkatan perilaku depresi.
Sementara itu, penelitian juga dilakukan pada manusia oleh University of Pittsburgh. Penelitian ini menemukan bahwa ibu hamil dengan level stres tinggi cenderung memiliki anak yang menunjukkan gejala ADHD dan agresi hingga masa remaja. Sekali lagi, ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kesejahteraan emosional ibu dengan harapan kesehatan bayi hingga dewasa tetap optimal.
Ahli merekomendasikan cara sederhana untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil. Biar ibu hamil tidak stres, penting mengetahui cara mengelola stres dengan tepat. Berikut hal yang perlu diperhatikan:
1. Konsumsi makanan tinggi serat dan probiotik
Makanan seperti kacang-kacangan, beri, bawang, asparagus, yoghurt/kefir, dan kimchi bermanfaat untuk mendukung mikrobioma usus sehat. Suasana santai bersama pasangan atau teman saat menyiapkan makanan juga bisa menjadi momen self-care yang menyenangkan bagi ibu hamil.
2. Utamakan istirahat dan lakukan gerakan secara lembut
Sistem saraf dan mikrobioma saling berkomunikasi. Rutinitas santai seperti jalan pagi ringan, tidur siang singkat, atau sekadar memperlambat aktivitas adalah langkah biologis untuk menenangkan diri sekaligus mendukung kesehatan bayi.
BACA JUGA:
3. Tetapkan batasan sehat secara konsisten
Kehamilan sering membawa banyak pikiran, mulai dari layanan sosial, komentar yang tidak diminta, hingga tuntutan pekerjaan. Menetapkan batasan fisik dan emosional dengan cara tegas mengatakan “tidak” atau meminta bantuan bukan kelemahan, tetapi strategi sehat demi bayi dan diri Anda sendiri.
Penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dari kelompok rentan, misalnya ibu dengan kondisi finansial yang menantang, cenderung mengalami stres kronis lebih tinggi karena ketidaksetaraan akses dan tekanan sistemik. Oleh karena itu, menjaga ketenangan ibu bukan hanya tanggung jawabnya sendiri melainkan tugas masyarakat, keluarga, dan sistem kesehatan. Jika Anda adalah pasangan atau teman dari ibu hamil, ingatlah, perhatian Anda adalah dukungan nyata untuk kesehatan generasi mendatang.