Bagikan:

JAKARTA - Heri, petugas keamanan di komplek rumah komedian sekaligus anggota DPR RI, Eko Patrio menjelaskan kronologi penjarahan yang terjadi belum lama ini.

Heri bercerita kalau massa sudah berkumpul sejak pukul 21.00 WIB hingga akhirnya pukul 22.00 WIB massa itu mulai memaksa masuk ke rumah Eko.

Ia menegaskan kalau pihaknya sempat menahan massa agar tidak masuk ke dalam rumah, sayangnya jumlah anggota keamanan komplek kalah dengan jumlah massa yang datang.

"Jadi semalam itu massa itu udah mulai berkumpul dari jam 21.00 WIB. Jam 21.00 itu udah mulai berdatangan tuh, mungkin jam 22.00 atau lebih baru massa mulai merangsek ke dalam karena pertahanan dari TNI dan keamanan kita juga kan terbatas," kata Heri kepada wartawan, belum lama ini.

Tak berhenti sampai di situ, Heri memperkirakan di pukul 23.35 WIB massa dengan jumlah lebih banyak mulai berdatangan lagi. Di gelombang kedua ini, Heri memastikan barang-barang milik Eko ludes dijarah.

"Nah, untuk demo semalam itu jam 22.00 itu gelombang pertama tuh. Jam 23.35 itu gelombang kedua, itu lebih banyak lagi. Barang-barang semua yang ada di dalam itu habis semua terkuras tanpa terkecuali di gelombang kedua itu," ceritanya.

Gelombang ketiga alias gelombang terakhir baru terjadi pada pukul 02.30 WIB. Pada momen ini, Heri menyebut kalau pihak keamanan berhasil menghalau massa sehingga hanya tiga orang yang diizinkan melihat kondisi rumah Eko Patrio.

"Nah, gelombang ketiga itu setengah, jam 02.30 lah. Gelombang ketiga datang karena kebetulan massa juga lumayan banyak, cuman kita halau di depan dan kita ambil perwakilan tiga orang untuk mengecek kediaman Pak Eko di dalam, bahwasannya di dalam itu emang udah enggak ada barang sama sekali, udah habis,"

Heri memastikan bahwa sampai sayur-sayuran hingga bumbu dapur milik Eko Patrio di rumah itu ikut dijarah oleh massa.

"Habis, dijarah semua. Sampai jagung, sawi, bumbu dapur, itu yang hal sepele aja habis semua diangkutin. Enggak ada sisa," pungkasnya.

*Disclaimer:

Pemberitaan ini untuk kepentingan informasi publik, agar hak masyarakat untuk tahu tetap terjaga. Redaksi VOI menolak kekerasan/perusakan/pembakaran/penjarahan, karena bangsa ini hanya akan kuat jika kita setia melindungi sesama, merawat fasilitas umum, dan menjaga dunia usaha tetap berjalan agar ekonomi tak makin terpuruk. Tetap tenang, jangan terprovokasi, jadikan negeri ini rumah aman buat kita semua, dan utamakan sumber informasi yang kredibel.*