JAKARTA - Kabar kurang menyenangkan dari anggota DPR RI, Nafa Urbach yang menjadi korban penjarahan belum lama ini karena pernyataannya tidak pantas di tengah kenaikan tunjangan DPR RI.
Berdasarkan keterangan petugas keamanan di perumahan Nafa Urbach, Syamsul, mengatakan kalau diduga ada pihak yang meminta izin untuk mengambil barang yang masih tersisa di rumah tersebut.
Meski tidak disebutkan secara tegas bahwa pihak tersebut ialah Nafa Urbach, namun Syamsul menyebutkan bahwa pihak tuan rumah yang mengambil barang-barang tersebut.
"Saya sih sebelumnya tidak mengetahui ya, cuman ada orang dari mungkin dari pihak tuan rumah ya, izin mau ngangkut barang sisa ya, yang besar-besar. Mungkin kasur atau lemari kan masih tertinggal ya. Mungkin bawa-bawa sisanya yang besar-besar aja. Yang lainnya kan sudah habis pas pasca kemarin itu," kata Syamsul di kawasan Bintaro, Senin, 1 September.
Lebih lanjut, Syamsul menyebut bahwa pasca penjarahan hingga saat ini belum terlihat pihak Nafa Urbach kembali ke rumah tersebut.
BACA JUGA:
"Mungkin ke sini mungkin ya, tapi saya nggak tahu. Namanya kita kerja sif-sifan kan. Jadi ya kalau saya pribadi jarang ngelihat dia gitu. Yang sering saya lihat yaitu suaminya sama anaknya," tutur Syamsul.
Pihak Nafa juga belum membuka omongan dengan pihak perumahan terkait kejadian yang kurang menyenangkan tersebut.
"Mungkin, enggak. Saya enggak tahu juga ya, cuma yang saya ketahui belum ada (omongan ke pihak perumahan)," lanjur Syamsul.
Dalam tragedi penjarahan tersebut, Syamsul menyebut banyak barang-barang milik Nafa Urbach yang dibawa oleh massa, mulai dari televisi hingga isi kulkas.
"Yang dibawa itu televisi ya, sepatu, rak sepatu, koper, nggak tahu isinya apa, baju atau apalah. Terus baju, bantal tuh ada juga yang dibawa. Semua yang ada di situ. Sampai isi kulkas saya lihat tuh dibawa juga," pungkasnya.