JAKARTA - Gelombang demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir kembali diwarnai perilaku anarkis. Aksi yang semula bertujuan menyampaikan aspirasi justru meninggalkan jejak kerusakan berupa penjarahan, pembakaran, hingga perusakan fasilitas umum.
Situasi ini menimbulkan keresahan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi aksi, lantaran mereka ikut menanggung dampak dari tindakan oknum yang memanfaatkan momentum unjuk rasa.
Di tengah kondisi tersebut, aktris Prilly Latuconsina menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengingatkan para peserta aksi agar tidak merugikan warga. Melalui unggahan di Instagram Story, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan tidak melupakan keberadaan masyarakat kecil di sekitar lokasi demonstrasi.
"Guys yuk sebelum melakukan aksi jangan lupakan ada rumah atau barang rakyat yang juga terkena imbas," tulis Prilly, seperti dikutip ANTARA.
BACA JUGA:
Dalam unggahannya, ia juga membagikan kembali sebuah video yang memperlihatkan seorang petugas satpam kehilangan sepeda motornya akibat terbakar saat aksi berlangsung.
"Jangan lupakan rakyat kecil yang ada di sekitaran ya teman-teman. Kita harus saling membantu. Jangan sampai ada oknum yang sengaja bikin rusuh ya," tambahnya.
Rangkaian demonstrasi ini pertama kali muncul pada Senin, 25 Agustus 2025, ketika kelompok mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat sipil berkumpul di depan gedung parlemen Jakarta untuk menolak kenaikan tunjangan anggota DPR. Aksi kemudian berlanjut pada Kamis, 28 Agustus di depan gerbang utama kompleks parlemen, kali ini membawa tuntutan soal kenaikan upah buruh.
Namun situasi memanas setelah seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas terlindas kendaraan taktis milik kepolisian saat sedang mengantar pesanan. Peristiwa tragis itu memicu amarah publik dan memperluas gelombang demonstrasi.
Massa kemudian turun ke jalan di sekitar Markas Komando Brimob Polri di Kwitang, Jakarta Pusat, serta di berbagai daerah lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Makassar, untuk mendesak aparat mengusut tuntas insiden yang menewaskan Affan.