JAKARTA - Aksi protes dari ribuan buruh dan sejumlah aliansi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta pada Kamis 28, Agustus 2025 berakhir ricuh termasuk di media sosial.
Situasi semakin memanas ketika seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob Polda Metro Jaya di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir.
Insiden ini memicu kemarahan, sehingga massa ojol sempat melakukan aksi balasan di depan gedung Mako Brimob Kwitang. Mereka menuntut keadilan atas peristiwa tragis tersebut.
Rangkaian kabar buruk ini dengan cepat menyebar di berbagai kanal media dan media sosial. Tak sedikit orang yang merasa kewalahan, cemas, hingga stres saat terus-menerus menerima informasi yang bernuansa konflik.
Apalagi, di era digital sekarang, berita seakan tak pernah berhenti berdatangan, lengkap dengan notifikasi yang membuat kita sulit melepaskan diri.
Menurut Michael S. Ziffra, MD, psikiater dari Northwestern Medicine, ada beberapa langkah praktis yang bisa membuat Anda tidak cemas dan stres akibat derasnya arus informasi, seperti dilansir dari laman Northwestern Medicine.
1. Hindari Topik Berita yang Memicu Stres
Ketika sebuah berita terasa dekat dengan kehidupan pribadi, rasa cemas bisa semakin kuat. Jika ada kanal berita atau akun media sosial yang sering memuat konten yang membuat Anda tidak nyaman, berikan jeda untuk diri sendiri. Banyak platform menyediakan fitur bisu atau mute untuk kata kunci tertentu agar topik itu tidak terus muncul di media sosial.
2. Batasi Konsumsi Berita
Smartphone membuat Anda selalu terhubung dengan berita terkini. Namun, terlalu sering membaca update justru bisa menimbulkan kecemasan.
"Kadang ada sifat adiktif dari arus berita yang terus mengalir. Sulit bagi sebagian orang untuk melepaskannya," kata Dr. Ziffra.
Maka dari itu, penting untuk sadar pada kebiasaan sendiri. Atur waktu khusus untuk membaca berita, dan berhenti jika sudah terasa berlebihan.
BACA JUGA:
3. Bijak Menggunakan Media Sosial
Media sosial seringkali memperkuat rasa cemas karena aliran informasinya tak ada habisnya. Feed yang terus bergulir bisa membuatmu terpaku berjam-jam. Jika perlu, hapus aplikasi sementara atau aktifkan fitur pembatasan waktu penggunaan agar Anda bisa beristirahat sejenak.
4. Mengelola Stres dengan Baik
Olahraga, tidur cukup, dan menjaga pola makan adalah cara sederhana namun efektif untuk meredakan stres. Jika pemberitahuan ponsel justru membuat pikiran semakin gelisah, matikan sejenak perangkat dan nikmati waktu tanpa gangguan.
5. Sadari Rasa Cemas Itu Wajar
Menyadari bahwa kecemasan adalah respons alami dapat membantu kita lebih menerima kondisi tersebut. Namun, jika rasa cemas sudah terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga profesional.
“Apapun istilahnya, ini adalah fenomena yang sangat umum saat ini. Kita hidup di masa yang penuh ketidakpastian, dan hal itu wajar menimbulkan rasa cemas." jelas Dr. Ziffra.