Bagikan:

JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya strategi memajukan budaya keris dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) di Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta, Sabtu,9 Agustus. Rakernas ini menjadi forum evaluasi kinerja tiga tahun kepengurusan periode 2022–2027 sekaligus merancang langkah strategis ke depan.

“Evaluasi penting dilakukan untuk melihat hasil, dampak, kelemahan, dan kelebihan program, sebagai dasar merancang kegiatan berikutnya,” kata Menbud Fadli.

Sejak berdiri 2006, SNKI telah menjangkau hampir seluruh Indonesia dengan lebih dari 200 paguyuban. Anggota yang dulu terkonsentrasi di Jawa, Madura, Bali, dan Lombok kini meluas hingga Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Menbud Fadli menilai pertumbuhan ini perlu dikelola serius dengan perencanaan strategis dan sinergi bersama pemerintah daerah.

Ia mendorong pemanfaatan Hari Keris Nasional setiap 19 April untuk menggaungkan budaya keris melalui forum internasional, seperti International Keris Summit dan Keris Expo. Pemerintah juga membuka akses pendanaan lewat Dana Indonesiana serta bantuan peralatan tempa bagi sanggar di Bali dan Bandung.

Dalam kesempatan ini, 14 tokoh perkerisan, termasuk Menbud Fadli, menerima Sertifikat Kompetensi Kurator Keris dari BNSP. Sertifikasi diharapkan memperkuat profesionalisme di tingkat nasional dan internasional.

Menbud Fadli mengingatkan, keris adalah warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO, berkembang dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. Ia menutup sambutan dengan ajakan menjaga kebersamaan untuk membangun ekosistem budaya keris yang kuat, berkelanjutan, dan mendunia.