Bagikan:

JAKARTA - Di era transformasi digital, desa wisata kini tak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga mulai mengadopsi teknologi sebagai bagian dari pengembangan potensi lokal.

Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan desa wisata memperluas jangkauan promosi, meningkatkan pelayanan wisatawan, serta memperkuat ekonomi kreatif dan pelestarian budaya setempat. Konsep ini menjadi kunci dalam mewujudkan desa yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing.

Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Negeri Padang (UNP) turut ambil bagian dalam pengembangan Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Melalui program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PK Ormawa), UNP melibatkan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat berbasis digital, ekonomi kreatif, dan pelestarian nilai budaya lokal.

“Program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun desa dan mendukung pembangunan nasional,” ujar Asep Surjana Wahyuri, Direktur Kemahasiswaan UNP, saat ditemui di Padang, seperti dikutip ANTARA. 

Ia menjelaskan keterlibatan mahasiswa, khususnya dari unit kegiatan film dan fotografi UNP, menjadi jembatan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan desa wisata berkelanjutan yang menggabungkan teknologi, inovasi ekonomi, dan kekayaan budaya.

Desa Silungkang Oso sendiri memiliki banyak potensi wisata, di antaranya Goa Kelambu dan Camping Ground Bukit Silungkang, yang mulai dikembangkan oleh kelompok sadar wisata lokal. Selain itu, desa ini juga dikenal dengan kekayaan budayanya seperti musik tradisional Talempong Batuang, serta beragam produk UMKM termasuk kuliner khas, kerajinan tangan, dan karya kreatif anak muda yang mulai memanfaatkan media digital.

Mengangkat tema "Pemberdayaan Masyarakat Silungkang Oso melalui Transformasi Digital, Inovasi Produk Berbasis Ekonomi Kreatif dan Budaya untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan", program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi desa agar semakin mandiri dan kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Silungkang, Multazam, menyambut baik kehadiran mahasiswa dalam program ini. Ia menilai, kolaborasi tersebut memberi warna baru dan menjadi pemicu perubahan dari dalam, terutama melalui pendekatan edukatif dan kreatif.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa UNP dalam pengembangan desa. “Kami memiliki banyak potensi, baik dari sisi alam, budaya, maupun SDM. Kehadiran mahasiswa menjadi energi baru bagi percepatan pembangunan desa wisata kami,” ujarnya.