YOGYAKARTA – Memilih pasangan memang jadi hal yang rumit. Jika saat menentukan pasangan tidak didasarkan pada kehati-hatian, dikhawatirkan terjadi hal buruk saat pernikahan dan saat berumah tangga kelak. Untungnya agama Islam memiliki panduan terkait hal tersebut. Umat Muslim yang sedang mencari pasangan perlu tahu bagaimana cara memilih jodoh menurut Islam.
Bagaimana Cara Memilih Jodoh Menurut Islam
Seperti diketahui, memilih suami yang saleh akan membantu membangun pondasi dasar untuk kehidupan rumah tangga. Begitupula memilih istri yang salehah akan menjadi penenang bagi suami serta menjadi pengatur segala aspek dalam rumah tangga. Sangat penting untuk benar-benar mempertimbangkan kriteria memilih jodoh menurut ajaran Islam.
Dalam penelitian yang berjudul Memilih Pasangan Ideal dalam Perspektif Tafsir Al-Misbah dalam Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Al-Tadabbur dijelaskan bahwa cara memilih jodoh adalah dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.
- Memilih yang lajang
Kriteria pertama yang harus dipertimbangkan saat menentukan jodoh, baik calon istri atau suami, adalah memilih yang masih lajang. Kriteria ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nūr: 32 yakni sebagai berikut.
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya:
Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dengan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, niscaya Allah Swt akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Allah Swt Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
BACA JUGA:
- Memilih calon pasangan yang beriman
Ajaran agama Islam melarang kaumnya untuk memilih calon pasangan yang musyrik. Mereka boleh dinikahi setelah beriman kepada Allah SWT. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 221 berikut ini.
وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَدْعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَٱللَّهُ يَدْعُوٓاْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَـٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Artinya:
"Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang-orang musyrik (dengan perempuan mukminah) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran."
Itulah informasi terkait bagaimana cara memilih jodoh menurut Islam. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.