JAKARTA - Hilangnya ikatan emosional dengan pasangan bukanlah masalah sepele. Ini merupakan tanda-tanda pengabaian emosional dan berbahaya dalam pernikahan. Jika Anda sudah berusaha terhubung kembali dengan suami namun dia terus-menerus menolak, lambat laun ini bisa menyebabkan rasa putus asa.
Hilangnya komunikasi dengan pasangan juga dapat membuat frustasi dan melemahkan semangat yang dapat menyebabkan efek samping emosional serius jika tidak ditangani. Beberapa efek samping dari hilangnya ikatan emosional dengan pasangan yaitu:
Kesepian dan depresi
Rasa sepi yang tidak menyenangkan bisa Anda rasakan jika mengalami jarak emosional dengan pasangan. Mert Şeker, PhD, seorang psikolog, melansir Marriage, Selasa, 22 Juli, menambahkan bahwa salah satu kebutuhan terpenting manusia adalah bersosialisasi. Menurut berbagai penelitian, 7 persen pria dan 13 persen wanita yang menyatakan kesepian secara emosional mengalami depresi. Jika Anda seorang wanita yang kesepian atau terisolasi secara emosional, Anda akan lebih mungkin mengalami depresi daripada suami.
Keraguan Diri
Hanya ada sedikit hal dalam hidup yang lebih melumpuhkan daripada keraguan diri. Ketika Anda tidak dapat terhubung secara emosional dengan suami, Anda mungkin mulai meragukan diri sendiri.Ragam pertanyaan seperti apakah Anda bukan istri yang cukup baik? Apakah suami tidak cukup menyukai Anda untuk berbagi sisi emosionalnya? Apakah dia tidak terhubung secara emosional dengan Anda karena dia sudah melakukannya dengan orang lain?
Pertanyaan-pertanyaan ini dapat menyebabkan kecemburuan, paranoia, dan rendah diri. Namun, cara terbaik menyelamatkan diri dari keraguan diri adalah dengan mengidentifikasi tanda-tanda pengabaian emosional dalam pernikahan dan mempelajari cara memperbaiki keterpisahan emosional.
BACA JUGA:
Lebih Menjauh
Merasa tidak ada ikatan emosional dengan suami dapat menciptakan efek bola salju yang merugikan pada pernikahan. Semakin Anda mencoba membuatnya terhubung dan tidak merasakan balasan apa pun, semakin jauh pula Anda dan pasangan.
Setelah merasa "ditolak" dari percakapan yang intim secara emosional, Anda akan berhenti berusaha berbagi diri dengan suami, baik secara seksual maupun mental. Lagipula, tidak mudah untuk bertahan hidup dalam pernikahan yang terabaikan secara emosional.
Perselingkuhan
Merasa diabaikan secara emosional membuat Anda percaya bahwa pasangan tidak lagi peduli kepada Anda atau tidak lagi memenuhi kebutuhan Anda. Kesepian dan pengabaian dapat berubah menjadi kemarahan dan kebencian terhadap pasangan. Ditambah dengan rasa tidak aman, emosi-emosi ini dapat membuat Anda rentan terhadap perselingkuhan. Ini karena Anda sudah merasa terasing dalam pernikahan sendiri.
Ingatlah bahwa untuk menghidupkan kembali hubungan emosional dalam pernikahan, kedua belah pihak harus bersedia bekerja keras menghabiskan waktu bersama untuk jujur dan terbuka. Lagipula, tak seorang pun bisa bertahan hidup jika tak ada ikatan emosional dalam pernikahan. Tentunya setelah Anda berusaha terhubung kembali secara emosional, pernikahan akan menjadi lebih kuat di kemudian hari.