YOGYAKARTA - Manusia hidup berdampingan dengan berbagai jenis hewan, baik hewan peliharaan kesayangan maupun satwa liar yang sering kita jumpai. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa terdapat hewan penyebar penyakit ke manusia yang dapat mengancam kesehatan.
Penyakit-penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia ini dikenal sebagai zoonosis, dan penyebarannya bisa terjadi melalui gigitan, cakaran, hingga kontaminasi feses.
Maka penting bagi kita untuk mengenali hewan-hewan ini dan memahami bagaimana cara melindungi diri serta keluarga dari risiko penularan.
6 Hewan Penyebar Penyakit ke Manusia
Beberapa hewan ternyata bisa menjadi pembawa penyakit serius yang mengancam kesehatan manusia. Dilansir dari laman Live Science, mari kita kenali lebih dekat beberapa di antaranya:
-
Kucing: Penyakit Cakaran Kucing (Cat Scratch Disease)
Kucing peliharaan Anda memang menggemaskan. Tapi, waspada jika mereka menggigit atau mencakar! Gigitan atau cakaran kucing bisa menyebabkan Penyakit Cakaran Kucing, yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Kebanyakan orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan sembuh tanpa pengobatan.
Penularan bakteri ini antar kucing umumnya melalui kutu. Anak kucing lebih rentan membawa bakteri ini dibanding kucing dewasa, dan mereka juga lebih mungkin menularkannya ke manusia.
Adapun gejalanya bervariasi, mulai dari kelenjar getah bening bengkak, demam, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, hingga pustula di dekat luka. Tes darah bisa mendiagnosis penyakit ini, dan antibiotik bisa membantu meski biasanya sembuh sendiri.
-
Burung: Flu Burung
Flu burung terjadi jika Anda terinfeksi virus avian influenza tipe A. Virus ini biasa beredar di antara burung dan hewan lain, namun biasanya tidak menular ke manusia.
Burung yang terinfeksi dapat menyebarkan virus melalui air liur, lendir, dan kotoran mereka. Pada hewan lain, virus dapat ditemukan di organ, darah, atau cairan tubuh, termasuk susu.
Manusia bisa tertular flu burung jika virus masuk ke mata, hidung, atau mulut, atau dengan menghirupnya. Menyentuh sesuatu yang terkontaminasi virus lalu menggosok mata juga bisa menjadi jalur penularan.
-
Anjing: Rabies
Rabies membutuhkan waktu untuk mencapai otak, di mana gejala seperti demam atau sakit kepala muncul, yang kemudian berkembang menjadi delirium, halusinasi, dan perilaku abnormal.
Penyakit ini hampir selalu fatal begitu gejala muncul, meskipun dapat dicegah jika hewan divaksinasi.
Baca juga artikel yang membahas Hewan Apa Saja yang Bisa Terkena Rabies? Cek Daftarnya di Sini
-
Primata, Kelelawar Buah, Antelop Hutan, dan Landak (Ebola)
Virus Ebola diperkirakan menyebar ke manusia melalui kontak dekat dengan darah, cairan tubuh, atau organ primata seperti monyet, kelelawar buah, antelop hutan, dan landak yang terinfeksi.
Gejala awal infeksi pada manusia meliputi demam mendadak, kelemahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan muntah. Selanjutnya, bisa terjadi gangguan fungsi ginjal dan hati, disertai pendarahan internal dan eksternal.
Sekitar setengah dari semua orang yang tertular Ebola meninggal dunia, namun perawatan dini dapat mengurangi risiko kematian.
-
Sapi: Penyakit Sapi Gila (Bovine Spongiform Encephalopathy/BSE)
Juga dikenal sebagai bovine spongiform encephalopathy (BSE), atau penyakit sapi gila, penyakit ini menyerang sapi dan menyebabkan masalah neurologis progresif pada hewan.
BSE disebabkan oleh prion, yaitu bentuk protein abnormal yang dapat menyebabkan protein normal di dekatnya salah lipat dan tidak berfungsi. Sapi dapat mengembangkan penyakit ini jika diberi pakan yang mengandung jaringan dari sapi yang terinfeksi, atau lebih jarang, dapat berkembang secara spontan.
Bentuk penyakit pada manusia disebut penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD). Manusia bisa tertular dengan mengonsumsi produk makanan yang terbuat dari sapi yang terinfeksi.
Penyakit sapi gila pada manusia ini menyebabkan demensia yang cepat dan gangguan neuromuskular yang memburuk dengan cepat.
Selain hewan penyebar penyakit ke manusia, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!