Bagikan:

YOGYAKARTA - Sake Jepang seringkali dianggap sebagai minuman beralkohol biasa, padahal di baliknya tersimpan filosofi dan proses pembuatan yang kompleks. Lebih dari sekadar air, beras, dan ragi, simak beberapa bahan dasar Sake Jepang berikut ini.

Artikel ini akan membawa Anda menyelami bahan-bahan penting yang membentuk karakter unik sake, dan mengungkap mengapa minuman fermentasi ini lebih dari sekadar sajian di meja makan.

Sake Jepang Terbuat dari Apa?

Sake—minuman beralkohol khas Jepang ini sering disalahpahami. Banyak yang mengira sake adalah minuman suling, padahal sejatinya ia dibuat melalui proses fermentasi, mirip anggur dan bir. Namun, jangan salah, meski punya kemiripan,

Siapa sangka, metode pembuatan sake jauh lebih rumit dan unik dibandingkan bir dan anggur. dilansir dari laman Japan Sake, sake adalah perpaduan harmonis dari beras, koji, dan air, berikut lebih jelasnya beberapa bahan dasar Sake Jepang:

  • Beras

Beras adalah jantung dari setiap tetes sake. Para pembuat sake sangat cermat memilih jenis beras atau bahkan kombinasi varietas beras tertentu untuk menciptakan karakter sake yang berbeda.

Meski terkadang menggunakan beras biasa, sebagian besar sake berkualitas tinggi dibuat dari beras khusus sake yang dibudidayakan secara spesifik. Hingga tahun 2020, dari sekitar 900 varietas beras yang ada, 126 di antaranya adalah beras khusus sake.

Beras sake ini punya ciri khas dengan ukurannya lebih besar dari beras biasa. Bentuknya yang lebih besar ini sangat ideal untuk pembuatan sake karena mudah dicerna dan memiliki kadar protein rendah, yang sangat penting untuk menghasilkan rasa sake yang jernih dan bersih.

Baca juga artikel yang membahas Mengenal Apa Itu Surf and Turf, Sejarah, dan Perdebatan Soal Penemunya

  • Air

Air bersih dan berkualitas tinggi adalah nadi kehidupan bagi pembuatan sake. Bayangkan, untuk mencuci beras, mengukus, fermentasi, hingga mengencerkan, semua membutuhkan air.

Maka tidak heran, proses pembuatan sake bisa menghabiskan air hingga 10 kali lipat lebih banyak daripada berasnya. Inilah mengapa, lokasi pabrik sake (disebut sake brewery) seringkali menjadi petunjuk adanya sumber air alami yang luar biasa di daerah tersebut.

Jepang, dengan curah hujan melimpah dan pegunungan yang luas, dianugerahi persediaan air tanah yang berlimpah. Air di seluruh Jepang umumnya mengandung sedikit mineral.

Meski beberapa mineral justru bermanfaat, ada juga yang harus dihindari, seperti zat besi dan mangan, karena bisa memicu rasa dan warna yang tidak diinginkan pada sake.

Selain itu, tingkat kesadahan air sangat memengaruhi proses fermentasi. Air lunak cenderung menghasilkan sake beraroma ringan, sementara air yang sedikit lebih keras akan menciptakan sake dengan karakter yang lebih kaya dan berstruktur.

  • Koji

Koji adalah beras kukus yang mengandung jamur koji (Aspergillus oryzae). Jamur ini adalah jenis jamur aman dan bermanfaat yang punya enzim ajaib karena bisa memecah pati (karbohidrat) menjadi gula. Mengapa penting? Karena gula inilah yang nantinya akan diubah menjadi alkohol.

Tanpa enzim dari jamur koji ini, pati beras tidak akan bisa berfermentasi menjadi alkohol. Saat ditambahkan ke adonan fermentasi (mash), koji berperan sebagai pemasok enzim.

Pembuat koji akan menaburkan spora jamur koji ke atas beras kukus. Setelah itu, beras akan dicampur dan dipelihara selama sehari penuh agar jamur koji tumbuh dan berkembang biak dengan sempurna.

  • Ragi Sake

Ragi adalah mikroorganisme istimewa yang mengubah gula menjadi alkohol dan gas karbon dioksida. Proses fermentasi alkohol dengan ragi ini adalah kunci utama dalam produksi minuman beralkohol, termasuk anggur dan bir.

Namun, jenis ragi yang digunakan bisa berbeda-beda. Saat ini, ragi budidaya adalah yang paling umum digunakan, meskipun beberapa produsen sake juga memilih untuk menggunakan ragi liar.

Peran Krusial Pembuat Sake: Seni di Atas Ilmu

Meski bahan baku memegang peran penting, pengetahuan dan keterampilan para pembuat sake (brewer) adalah yang paling esensial dalam menentukan kualitas sake.

Seringkali dikatakan bahwa kualitas anggur 80% ditentukan oleh kualitas anggur itu sendiri dan 20% oleh keahlian pembuatnya. Namun, dalam dunia sake, perbandingannya terbalik: rasa sake 20% ditentukan oleh kualitas beras, dan 80% oleh keahlian sang pembuat!

Proses pembuatan sake membutuhkan perhatian dan perawatan yang sangat cermat. Saking intensifnya, para pembuat sake harus memantau prosesnya 24 jam sehari, 7 hari seminggu selama musim pembuatan sake.

Berkat keahlian peracik sake, hanya dari bahan-bahan yang sederhana mereka mampu tercipta berbagai varian rasa sake yang begitu kaya dan memukau.

Selain Bahan Dasar Sake Jepang, ikuti artikel-artikel menarik seputar Jepang dan budayanya di VOI dan follow semua akun sosial medianya agar tidak ketinggalan kabar terbaru. 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+