Bagikan:

YOGYAKARTA - Pernyataan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, baru-baru ini menyita perhatian publik. Gibran menyentil para ibu-ibu yang gemar memakai parfum merek ternama seperti Louis Vuitton (LV) dan Gucci, sembari menyebut bahwa mereka mungkin tak menyadari bahwa parfum mewah tersebut terbuat dari kemenyan. Sontak, pernyataan ini memicu pertanyaan besar, benarkah kemenyan jadi bahan parfum mewah dan klaim Gibran tersebut bukan sekadar candaan belaka?

Kemenyan dalam Industri Parfum

Dilansir dari laman Wikipedia, kemenyan di Indonesia merujuk pada getah aromatik dari pohon Styrax benzoin. Getah ini dikenal dengan aromanya yang manis, hangat, dan sedikit vanila, banyak digunakan dalam tradisi lokal, obat-obatan, hingga campuran rokok.

Meskipun demikian, dunia wewangian global memiliki spektrum yang lebih luas untuk bahan-bahan beraroma resin.

Ketika Gibran menyentil kandungan kemenyan dalam parfum mewah, kemungkinan besar ia merujuk pada olibanum, atau yang lebih dikenal dengan nama “frankincense”.

Olibanum adalah getah berharga yang berasal dari pohon genus Boswellia, yang tumbuh subur di wilayah Timur Tengah dan Afrika. Aroma frankincense sangat khas dari balsamic, pedas, sedikit sentuhan citrus, hingga kaya nuansa kayu. Di Indonesia, olibanum sering disebut sebagai "kemenyan Arab" atau "luban."

Jadi, olibanum (frankincense) memang merupakan salah satu jenis "kemenyan" yang diakui secara internasional. Dan dalam industri parfum, olibanum adalah bintang, memberikan sentuhan aroma oriental yang kuat, mewah, dan menenangkan, sering menjadi dasar bagi wewangian yang kompleks dan berkelas.

Benarkah Kemenyan jadi Bahan Parfum Mewah?

Setelah ditelusuri secara mendalam, pernyataan Gibran Rakabuming yang menyentil para pengguna parfum mewah Louis Vuitton (LV) dan Gucci karena mengandung kemenyan ternyata bukan isapan jempol belaka.

Dilansir dari laman Wikiparfum, salah satu mahakarya LV yang fenomenal, Ombre Nomade, secara gamblang memamerkan Incense/Olibanum sebagai salah satu komposisi utamanya.

Baca juga artikel yang membahas Rahasia Bahan Dasar Sake Jepang yang Membuatnya Unik

Menguak Jejak Kemenyan dalam Ombre Nomade

Dirilis pada tahun 2018, Ombre Nomade adalah persembahan dari Master Perfumer Jacques Cavallier-Belletrud. Parfum unisex yang diciptakan di Prancis ini memang didedikasikan bagi para pecinta bahan baku berkualitas tinggi, khususnya mereka yang mengapresiasi budaya parfum dari Timur Tengah. Tak heran jika aroma Oud/Agarwood yang intens dan mewah menjadi jantungnya.

Namun, yang menarik perhatian adalah keberadaan Incense/Olibanum dalam daftar bahan-bahannya. Seperti yang telah dijelaskan, Olibanum adalah nama lain dari frankincense, getah aromatik dari pohon Boswellia yang sering disebut sebagai "kemenyan Arab."

Inilah yang menjadi titik terang pernyataan Gibran. Olibanum memberikan nuansa balsamic, pedas, sedikit lemon, dan kayu-kayuan yang kaya, menyatu sempurna dengan kehangatan Benzoin (kemenyan Sumatra: Styrax benzoin), kelembutan Geranium dan Mawar, serta sentuhan manis Raspberry.

Hasilnya? Ombre Nomade menjelma menjadi wewangian yang Intense, Rich, Robust, dan Powerful. Parfum ini sangat cocok untuk musim gugur dan dingin, memberikan kesan Elegan dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

Jadi, bagi Anda penggemar Ombre Nomade, kini Anda tahu bahwa keharuman mewah yang membalut tubuh Anda memang memiliki jejak aroma kemenyan, tepatnya kemenyan Arab atau frankincense yang bernilai tinggi.

Selain benarkah kemenyan jadi bahan parfum mewah, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!