Bagikan:

JAKARTA - Sutradara kenamaan Hanung Bramantyo menegaskan bahwa versi 21+ dari film Gowok merupakan versi asli yang dibuat sejak awal tanpa ada rencana untuk menggarap versi 17+.

"21+ itu versi original jadi saya gak ada bayangan mau buat 17+ sama sekali. Bahkan 21+ dan 17+ itu tidak ada di bayangan saya," jelas Hanung Bramantyo saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 26 Mei.

Hanung menceritakan bahwa awalnya ia membuat film Gowok tanpa memikirkan klasifikasi usia. Proyek ini ia kirim ke sebuah festival film internasional di Rotterdam setelah mendapatkan permintaan langsung dari pihak penyelenggara.

"Jadi saya buat film, saya ngedit, saya rilis di internal, kemudian saya kirim ke Rotterdam karena ada permintaan dari mereka saya di-email Hanung ada film apa tahun ini? Saya kasih dua film, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu dan Gowok. Waktu itu Gowok masih dalam bentuk offline. Yang diterima ini," ujar Hanung.

Karena diterima oleh festival tersebut, proses penyelesaian film pun dipercepat demi memenuhi tenggat waktu pengiriman.

"Gara-gara diterima itu yang tadinya kita santai kerjanya karena tayangnya kita belum tahu, akhirnya harus selesai di bulan Desember untuk submit festival itu di Februari. Kita gila kerjanya. Jadilah versi ini yg kemudian karena kita mau rilis film, kita bikin trailernya, dicap film ini 21+," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa versi 21+ yang akan dirilis adalah versi asli yang dibuat sejak awal, bukan hasil penambahan adegan dari versi 17+ seperti yang sempat diasumsikan sebagian orang.

"Jadi bukan yg 17+ dipanjangin jadi 21+, bukan sama sekali. Ini adalah versi original. Jauh sebelum ada film lain yang coba tayang dua versi yang 17+ dan 21+. Ini versi original, ini yang akan tayang," tuturnya.

Namun, mengingat keterbatasan jam tayang untuk film dengan klasifikasi 21+, Hanung akhirnya memutuskan untuk membuat versi 17+ demi menjangkau penonton yang lebih luas.

"Karena saya dikasih data penontonnya kalau 21+ nanti jam tayangnya akan berubah karena begitu regulasinya, gak bisa tayang siang, harus di atas magrib atas dasar itu kami merilis 17+, masa kita tayang cuma abis magrib? Saya nggak mau limitasi maka kemudian versi 17+ kita buat," pungkasnya.