JAKARTA - Dunia fashion anak diguncang kolaborasi unik antara desainer ternama Inggris, Stella McCartney, dan karakter kartun ikonik dari dasar laut, yakni SpongeBob SquarePants.
Melalui lini Stella McCartney Kids, kolaborasi ini melahirkan koleksi kapsul penuh warna dan imajinasi tinggi, yang menggabungkan elemen ceria khas Bikini Bottom dengan gaya fashion berkelas khas McCartney.
Dengan total 38 item, koleksi ini menampilkan sentuhan laut yang nyentrik dan lucu, persis seperti dunia SpongeBob yang absurd, namun penuh kehangatan.
Wajah SpongeBob dirancang menjadi hiasan tas rajutan mungil, celana renang, hingga sepatu espadrilles model slingback, semuanya dirancang untuk memberikan nuansa menyenangkan namun tetap fashionable.
Tak hanya SpongeBob, karakter-karakter lain dari Bikini Bottom juga hadir, yakni Patrick si bintang laut pink, Gary si siput, dan bahkan Mr. Plankton yang terkenal licik pun turut ditampilkan di berbagai desain koleksi ini. Stella McCartney menjelaskan filosofi di balik kolaborasi tak biasa ini.
"Di Stella, kami mempertanyakan segala hal. Kami berpikir di luar kebiasaan dan mempertanyakan ulang arti kemanusiaan seperti yang kita kenal,” katanya, dikutip VOI dari laman Women's Wear Daily pada Minggu, 6 April.
"Dan SpongeBob punya nilai-nilai yang sama dengan kami. Dia agak ‘gila’, tidak seperti kebanyakan, dan kami merayakan setiap hal tentang SpongeBob dan komunitasnya," lanjutnya.
Koleksi ini juga menonjolkan unsur gaya bohemian khas California lewat penggunaan motif tie-dye psychedelic dan denim acid-wash, yang terasa sangat pas mengingat latar SpongeBob digambarkan berada di dasar Samudra Pasifik.
Pilihan gaya ini memberi energi baru pada busana anak-anak yang biasanya cenderung sederhana.
Pam Kaufman, Presiden dan CEO Paramount untuk pasar internasional dan produk konsumen global juga memuji hasil kolaborasi ini.
"Stella telah mengubah semangat ceria SpongeBob menjadi koleksi fashion yang canggih, unik, dan trendy untuk waralaba ikonik ini," ujarnya.
Namun lebih dari sekadar gaya, koleksi ini juga membawa pesan keberlanjutan lingkungan. Stella McCartney kembali menegaskan komitmennya menggunakan 93% material ramah lingkungan dalam koleksi busananya.
BACA JUGA:
Menurut data dari merek tersebut, sekitar 93% kehidupan laut akan terancam punah pada tahun 2100 jika emisi gas rumah kaca tidak ditekan. Industri fashion sendiri menyumbang 20-35% mikroplastik yang mencemari laut, serta 20% polusi air tawar secara global.
Komitmen terhadap keberlanjutan bukan hal baru bagi McCartney. Bahkan, kampanye Spring 2025 miliknya menggunakan burung hasil AI (artificial intelligence) sebagai simbol dari spesies unggas yang terancam punah. Koleksi tersebut dipadukan dengan bahan seperti kulit vegan, benang nilon daur ulang, dan Kelsun, sebuah tekstil dari rumput laut yang telah dipatenkan.
Pada Januari lalu, Stella McCartney juga membuat langkah besar dengan membeli kembali saham minoritas perusahaannya dari LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton, menjadikannya pemilik penuh atas labelnya sendiri.
Meski begitu, ia tetap menjalin kerja sama strategis dengan LVMH dan kini memegang peran sebagai Global Ambassador on Sustainability.
Kolaborasi antara Stella McCartney dan SpongeBob SquarePants ini membuktikan fashion bisa tetap menyenangkan, kreatif, dan penuh makna.