Bagikan:

JAKARTA - Media sosial, terutama TikTok, kembali diramaikan dengan tren perawatan wajah yang terdengar alami dan mudah, yakni masker putih telur. Banyak pengguna yang mengklaim masker ini mampu mengecilkan pori-pori, mengencangkan kulit, hingga mengurangi kerutan.

Namun, para ahli kulit memperingatkan tren ini justru membawa lebih banyak bahaya daripada manfaat. Menurut Melanie Abeyta, seorang praktisi estetika dan pemilik Harmony Aesthetics Center di Los Angeles, putih telur memang mengandung protein dan kolagen yang bagus untuk kulit, tapi manfaat itu akan lebih efektif jika dikonsumsi, bukan dioleskan sebagai masker wajah.

"Saya bukan pendukung besar dari tren ini yang viral di TikTok pada beberapa minggu terakhir. Risikonya lebih besar daripada manfaatnya. Salah satu risiko utamanya adalah reaksi alergi," tegas Abeyta, dikutip dari laman New York Post pada Minggu, 6 April.

"Banyak orang alergi terhadap telur. Jadi, kalau kamu alergi saat makan telur, sebaiknya jangan sekali-sekali mengoleskannya ke wajah," tambahnya.

Abeyta mengatakan apabila Anda tak punya alergi, Anda tetap bisa sensitif terhadap putih telur. Ada juga kemungkinan kecil putih telur masuk ke mulut dan menyebabkan ketidaknyamanan. Abeyta juga menjelaskan penggunaan putih telur di kulit bisa memicu iritasi, meskipun Anda tidak punya alergi atau tak sensitif terhadap telur.

"Tidak pernah disarankan untuk mengoleskan makanan mentah ke kulit, apalagi kalau kamu punya kulit sensitif, iritasi, atau luka terbuka (misalnya karena jerawat), karena selalu ada risiko infeksi,”katanya.

Selain itu, Dr. Adil Sheraz, seorang spesialis kulit menyebut risiko terkena infeksi seperti salmonella cukup tinggi saat menggunakan masker putih telur mentah, terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh rendah, anak-anak, dan ibu hamil. 

"Belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan putih telur mentah bisa mengurangi kerutan," ucap Sheraz.

Dr. Joshua Zeichner, direktur riset kosmetik dan klinis bidang dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai New York juga setuju dengan pernyataan tersebut.

"Semua informasi yang kita punya soal penggunaan putih telur ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi orang-orang, dan saya belum pernah melihat studi ilmiah yang memberikan data pasti," ucapnya.

Di TikTok, influencer @byzareefa membagikan video dirinya memecahkan telur ke dalam mangkuk, memisahkan kuningnya, lalu mengocok putih telurnya sampai berbusa dan mengoleskannya ke wajah. Ia mengklaim bisa mengecilkan pori-pori.

Kreator lain dengan nama akun @selinadasilvaa membuat video bulan lalu dengan tujuan yang sama, dan mengaplikasikan masker putih telur menggunakan kuas makeup. Ia mengatakan biasanya membiarkan masker itu menempel selama sepuluh menit.

Pengguna akun @booombala membagikan teknik yang cukup dikenal di komunitas BeautyTok, yaitu mengoleskan putih telur ke wajah, lalu menempelkan dua lapis tisu di atasnya, dan menambahkan lagi putih telur seperti sandwich.

Namun, jika Anda benar-benar ingin kulit yang lebih halus dan lembap, Abeyta menyarankan untuk tidak menggunakan putih telur mentah dan memilih produk skincare yang sudah terbukti.

"Ada banyak solusi skincare yang lebih baik, seperti bahan-bahan memang dibuat khusus untuk kulitmu, seperti hyaluronic acid, peptides, niacinamide, vitamin C, dan retinol,” jelasnya.

Kalau Anda tetap ingin pakai bahan-bahan dari dapur, Abeyta menyarankan alternatif yang lebih aman. Misalnya, oatmeal yang bagus sebagai eksfoliator alami, atau irisan mentimun untuk menenangkan area bawah mata.

Anda juga bisa mencoba kantong teh hijau dingin untuk mengurangi bengkak di sekitar mata, serta madu untuk melembapkan bagian wajah yang kering.

Terakhir, pola makan sangat berpengaruh terhadap kondisi kulit. Abeyta menyarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan anti-inflamasi dan kaya probiotik, termasuk buah-buahan segar dan air putih.