Bagikan:

JAKARTA - Satine Zaneta mengungkapkan perasaannya saat pertama kali membaca naskah film horor Penjagal Iblis: Dosa Turunan. Ia mengaku sempat ragu karena ini merupakan pengalaman baru baginya.

"Sebenarnya at first, karena ini something new, jadi waktu baca kayak am I ready for this?," kata Satine Zaneta di kantor VOI, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Maret.

Tidak hanya menghadapi tantangan dari sisi horor, film ini juga mengharuskannya untuk melakukan adegan aksi yang melibatkan koreografi langsung.

"Karena selain horror, dia juga ada action yang melibatkan aku harus turun langsung untuk melakukan koreonya," lanjutnya.

Meski sempat merasa ragu, Satine akhirnya memutuskan untuk menerima tantangan tersebut.

"Tapi mostly perasaannya lebih ke excited sih, karena baca ceritanya fresh and new, beda dari horror yang lainnya. Jadi kayak let's just do it," jelasnya.

Sementara itu, Tommy Dewo, sutradara film Penjagal Iblis Dosa Turunan, menjelaskan bahwa film ini mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda dari film horor yang sudah ada.

"Sebenarnya kita kan mencoba formula yang belum ada nih. Baik dari assembly pemainnya, baik dari storynya juga," ungkap Tommy Dewo.

Ia juga menambahkan bahwa para pemeran dalam film ini merupakan kombinasi baru yang belum pernah bermain bersama sebelumnya, sehingga membawa nuansa segar dalam industri film horor Indonesia.

"Belum pernah main sebelumnya, kalian main sebelumnya kan. Itu sih kita mau mencoba assembly yang belum pernah kita temuin di film lainnya," tandasnya.

Film Penjagal Iblis Dosa Turunan direncanakan tayang mulai 30 April mendatang di bioskop seluruh Indonesia.