Bagikan:

YOGYAKARTA – Penelitian melaporkan bahwa wanita memiliki pasangan seksual pria jangka pendek yang memiliki tubuh berotot. Peneliti juga melaporkan bahwa ketangguhan fisik pria merupakan prediktor lebih baik daripada daya tariknya. Bagi pria, juga memiliki preferensi pasangan yang berotot lebih sehat dan seksi. Berikut menurut penelitian kenapa pria dan wanita tertarik memiliki pasangan yang berotot.

1. Otot itu seksi

Dalam sebuah makalah dilansir Psychology Today, penelitian dilakukan Martie Haselton dan David Frederick, yang meminta 141 wanita menilai tipe tubuh pria yang berbeda. Daya tarik seksual wanita menilai lebih tinggi pria yang bertubuh tegap (6,97) dan berotot (6,87). Pada studi terpisah, wanita melaporkan tertarik memiliki hubungan jangka pendek dengan pria berotot dan untuk jangka panjang memiliki karakteristik antara lain dapat dipercaya, memiliki kedekatan emosional, dan lain-lain.

Pada kelompok peserta pria dalam penelitian, melaporkan bahwa mereka memperhitungkan usia dan lemak tubuh. Menariknya, peserta pria melaporkan merasa lebih baik tentang harga diri karena mendapatkan keberhasilan seksual lebih tinggi. Pria berotot melaporkan lebih banyak perselingkuhan dengan wanita yang menjalin hubungan berkomitmen.

alasan kenapa pria dan wanita sika pasangan yang berotot
Ilustrasi alasan kenapa pria dan wanita sika pasangan yang berotot (Freepik)

2. Wanita menyukai pria berotot, tetapi pria terintimidasi olehnya

Ketangguhan fisik pria merupakan prediktor daya tarik untuk beberapa pasangan yang memilikinya. Dalam penelitian ini, peneliti merekam video pendek dari 157 pria yang berbeda. Sekelompok pria lain, menonton video-video ini. Setelah itu peneliti mengajukan pertanyaan terkait kemungkinan memenangkan perkelahian fisik dengan pria lain.

Delapan belas bulan kemudian, pria dalam video tersebut mengisi kuesioner yang menanyakan tentang riwayat seksual mereka selama waktu tersebut. Peneliti menyimpulkan, pria dengan dominasi fisik lebih tinggi yang bukan daya tarik seksual memiliki keberhasilan perkawinan kuantitatif yang lebih tinggi. Bagi pria yang melihat pria berotot, menilai lebih dominan. Berbeda pada pandangan wanita, yang melihatnya lebih menarik.

3. Otot merupakan indikator kesehatan dan kebugaran

Penelitian dari Universitas of Texas mengumpulkan tanggapan dari 503 wanita dan 942 pria. Peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan, wanita dan pria menganggap otot yang lebih besar lebih menarik daripada yang lebih kecil. Beberapa otot yang dianggap lebih penting daripada yang lain, antara lain obliques, glutes, abs, biceps, dan shoulders.

4. Otot menarik perhatian

Baik wanita maupun pria lebih memperhatian pria yang terlihat kuat. Para peneliti telah menemukan bahwa, orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat individu yang terlihat lebih tangguh. Ketangguhan merupakan salah satu ciri tentang hasil evolusi yang menarik perhatian manusia. Ketangguhan menurut peneliti, mungkin mulai mempengaruhi jalannya interaksi sosial segera setelah interaksi dimulai.

5. Kekuatan berkorelasi dengan kesehatan

Dalam sebuah studi tentang penyakit kardiovaskular (jantung), para peneliti mengumpulkan data dari 1.104 petugas pemadam kebakaran pria selama 10 tahun. Mereka menemukan bahwa pria yang mampu melakukan push-up sebanyak 40 kali atau lebih, memiliki risiko penyakit jantung yang 96 persen lebih rendah dibandingkan pria yang mampu melakukan kurang dari 10 kali push-up.

Itulah alasan terkait kenapa pria dan wanita menyukai pasangan yang berotot. Selain terkait dengan ketertarikan seksual, kekuatan dan ketangguhan jadi prediktor interaksi sosial, kualitas hubungan, hingga kesehatan kardiovaskular.