Bagikan:

JAKARTA - Pariwisata Vietnam kini memiliki daya tarik unik yang semakin diminati oleh wisatawan mancanegara. Selain keindahan alam dan situs bersejarah, pengalaman budaya autentik menjadi magnet baru, termasuk aktivitas tak biasa seperti mengunjungi ibu yang baru melahirkan di pedesaan.

Dilansir VOI dari laman VN Express pada Senin, 20 Januari 2025, seorang pemandu wisata di Hanoi bernama Vu Ngoc Son berhasil menarik perhatian di media sosial setelah membagikan video wisatawan asing yang terlibat dalam pengalaman unik, seperti mengunjungi ibu yang baru melahirkan dan menjelajahi pemakaman.

Son yang berusia 34 tahun, sering membagikan video yang mendokumentasikan kegiatan unik dari tamu-tamunya. Pada November lalu, selama perjalanan ke Provinsi Ninh Binh dekat Hanoi, ia mengatur kunjungan seorang wisatawan asal Inggris ke rumah kenalannya yang baru saja melahirkan.

"Kebanyakan tamu saya berasal dari kalangan berada," ujar Son.

Ia mengatakan turis biasanya menghabiskan sekitar USD 3.000 atau Rp49 juta untuk perjalanan 10 hingga 12 hari di Vietnam.

Meski daftar rancangan perjalanan mereka biasanya dirancang untuk memberikan pengalaman premium, sekitar 30 persen tamu menginginkan pengalaman di luar destinasi wisata umum dan ingin merasakan budaya lokal serta kehidupan sehari-hari.

Wisatawan asal Inggris tersebut awalnya berencana menjelajahi Ninh Binh dan menikmati perjalanan perahu di sungai. Karena sakit kaki dan kurangnya minat pada destinasi wisata biasa, ia memilih pengalaman budaya di pedesaan. 

Son pun mengatur kunjungan ke rumah-rumah penduduk lokal agar tamunya dapat merasakan kehidupan pedesaan yang autentik.

Di rumah ibu yang baru melahirkan, Son menjelaskan di Vietnam, bayi yang baru lahir melambangkan kebahagiaan, dan orang-orang biasanya membawa hadiah sebagai tanda doa baik. Wisatawan tersebut juga menjelajahi aspek lain dari kehidupan pedesaan, seperti mengunjungi peternakan ayam dan berjalan-jalan di sawah.

"Sebagian besar tamu ingin belajar tentang sejarah dan budaya, dan merasa bosan dengan destinasi wisata tradisional. Itulah mengapa saya menciptakan program seperti ini," jelas Son.

Program-program tersebut sering kali bersifat spontan dan disesuaikan dengan preferensi tamu.

Son telah menawarkan pengalaman wisata unik selama beberapa tahun terakhir. Dua tahun lalu, saat bepergian dengan klien asal Bulgaria, ia melihat sebuah pemakaman dan memutuskan untuk membawa mereka masuk guna mempelajari tradisi pemakaman dan penyembahan di Vietnam.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Son adalah tahun lalu, ketika ia membawa dua wisatawan asal Afrika Selatan untuk merayakan malam Tahun Baru di sebuah desa lokal.

Meski memiliki jadwal penerbangan, wisatawan tersebut bersikeras tinggal lebih lama karena menikmati suasana. Beruntung, tiket kelas bisnis dan fasilitas check-in prioritas membuat mereka tidak ketinggalan penerbangan.

Sebagian besar klien Son berasal dari negara maju, di mana interaksi sosial cenderung lebih formal atau berjarak. Mengalami gaya hidup kekeluargaan dan kebersamaan di Vietnam meninggalkan kesan mendalam, dengan banyak tamu yang menyatakan keinginan untuk kembali.

"Masyarakat Vietnam, yang dikenal dengan keramahannya, jarang menolak permintaan untuk menjamu tamu asing. Namun, program tertentu seperti mengunjungi ibu yang baru melahirkan memerlukan janji sebelumnya dan bantuan dari kenalan dekat karena sifatnya yang pribadi," kata Son.

"Banyak tamu yang mengatakan mereka merasa menjadi bagian dari Vietnam setelah mengikuti kegiatan-kegiatan ini," lanjutnya.

Meski pendekatan uniknya menuai beragam opini, termasuk kritik yang menyebutnya tidak terorganisir, Son tetap fokus memastikan tamu-tamunya pulang dengan kenangan tak terlupakan dan apresiasi mendalam terhadap Vietnam.