YOGYAKARTA – Pernahkan Anda menemukan serangga di karung yang berisi beras? Serangga tersebut bisa berupa kutu maupun ulat. Kemunculan serangga tersebut disebabkan banyak faktor, mulai dari kualitas beras yang jelek hingga media penyimpanan yang kurang terjaga. Namun yang jadi pertanyaan adalah bahaya ulat beras jika termakan. Pasalnya ulat atau serangga yang bersembunyi di beras berukuran cukup kecil.
Bahaya Ulat Beras Jika Termakan dari Segi Kesehatan
Penemuan ulat di bahan makanan sebenarnya hal yang kerap terjadi. Terlebih jika penyimpanan bahan pangan tersebut dilakukan secara sembarangan. Ulat bisa muncul dari bahan makanan seperti buah dan sayur. Namun infeksi serangga tersebut bisa menjalar ke bahan makanan lain termasuk beras.
Kemunculan ulat pada beras mungkin terjadi jika beras disimpan di satu tempat dengan bahan pangan organik lain. Akan semakin parah jika penyimpanannya dilakukan di tempat yang lembab, terbuka, dan kotor.
Terkait dampak ulat beras saat termakan, jawabannya tergantung pada jenis ulatnya. Jika ulat tersebut berasal dari sayur atau buah, kemungkinan besar dampak yang ditimbulkan tidak signifikan. Berbeda dengan ulat larva muda serangga lalat.
Perlu diketahui, ulat larva adalah cikal bakal lalat. Biasanya lalat akan bertelur di bahan makanan yang mengalami pembusukan. Telur lalat menetas menjadi larva yang bisa mengontaminasi makanan di sekitar kita termasuk beras
Dikutip dari situs istanaumkm.pom.go.id, mengonsumsi makanan yang mengandung ulat larva lalat akan berdampak pada kesehatan. Beberapa dampak makan bahan makanan yang mengandung larva lalat adalah sebagai berikut.
- Gangguan Pencernaan
Larva lalat membawa bakteri dan virus yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Seseorang yang tak sengaja makan larva dikhawatirkan mengalami diare, mual, muntah, bahkan mengalami keracunan.
- Menginfeksi Tubuh
Larva lalat juga berpotensi membawa parasit dan mikroorganisme lain. Keduanya mampu menginfeksi organ dalam manusia.
- Alergi
Beberapa orang mungkin akan memiliki reaksi alergi terhadap lalat atau larva saat termakan. Alergi bisa berupa gatal, muncul ruam merah di kulit, sesak napas, dan gejala alergi lain.
Tips Mencegah Beras Terkontaminasi Ulat
Agar beras tetap bersih dan layak dikonsumsi, ada beberapa tips yang bisa diikuti. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
- Perhatikan penyimpanan beras
Pastikan beras disimpan di wadah yang tertutup rapat. Anda bisa menggunakan toples atau wadah khusus untuk menyimpan beras.
- Perhatikan area penyimpanannya
Jangan menyimpan beras di tempat yang lembab. Hindari juga menyimpan beras dengan bahan pangan organik yang mudah busuk agar tidak terkontaminasi dengan lalat atau serangga lain.
- Perhatikan kualitas beras
Sebelum membeli beras, pastikan dulu kualitasnya. Disarankan untuk menghindari beras yang tampilannya sudah jelek. Beras jelek ditandai dengan banyak kutu dan kotoran.
BACA JUGA:
- Bersihkan beras dan masak dengan benar
Sebelum memasak, pastikan Anda mencuci beras dengan benar. Pastikan juga memasak beras dengan air bersih.
Itulah informasi terkait bahaya ulat beras jika termakan. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.