Meski Terbilang Rumit, Begini Cara Terbaik Merawat Kulit Kombinasi
Ilustrasi (Alexandr Ivanov-Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Setiap jenis kulit memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari segi perawatan pun bisa dibilang jauh berbeda. 

Namun, apa kabar pemilik kulit kombinasi? Di mana seseorang memiliki sebagian kulit normal, kering, berminyak, bahkan bisa juga ditambah area yang lebih sensitif. 

Ciri-ciri kulit kombinasi bisa dilihat dari area dahi, hidung, dan dagu cenderung berminyak. Area lain seperti pipi dan bawah mata biasanya lebih kering. Namun, pori-pori tampak membesar terutama pada dahi dan hidung. 

Memiliki kulit kombinasi bisa dibilang cukup menyulitkan. Sebab, Anda bisa memiliki masalah kulit kering dan berminyak secara bersamaan. Ini meliputi kulit kering sampai terasa perih, garis halus, keriput, dan jerawat. 

Untuk memilih produk perawatan wajah pun cenderung lebih sulit. Sebab, tiap area kulit bisa menunjukkan reaksi berbeda pada sebuah produk.

Jadi, ada kemungkinan Anda harus menggunakan beragam produk untuk setiap area wajah sesuai masalah yang muncul. 

Namun, pastikan hindari produk yang mengandung alkohol, baik itu pada pembersih wajah, toner, dan lain-lain. Selalu baca kandungan pada label produk dan jika menemukan alkohol, sebaiknya cari alternatif lain. 

Produk dengan kandungan alkohol bisa menarik air dari sel-sel kulit, sehingga kulit menjadi lebih kering. Di sisi lain, kelenjar minyak merespons ini dengan memproduksi lebih banyak minyak untuk mengembalikan kelembapan kulit. 

Anda juga perlu memilih produk nonkomedogenik dan bebas minyak. Produk semacam ini tidak akan menyumbat pori-pori dan umumnya memiliki tekstur lebih ringan. 

Ada beberapa kandungan dalam produk perawatan wajah yang cocok untuk kulit kombinasi. Di antaranya adalah hyaluronic acid yang bisa membuat kulit lembap tanpa terlalu berminyak. Lalu ada salicylic acid untuk membuka pori-pori dan mengatur produksi minyak. 

Jangan lupakan produk dengan kandungan antioksidan untuk menjaga kulit terbebas dari kerusakan akibat lingkungan dan sinar UV.