Biar <i>Nggak Over Budget</i>, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Keramik yang Benar
Ilustrasi (Pixabay).

Bagikan:

YOGYAKARTA – Memasang keramik merupakan salah satu tahapan paling akhir dalam membangun atau merenovasi rumah. Sebelum memasang keramik untuk sebidang lantai, ketahui cara menghitung kebutuhan keramik agar Anda tidak menghamburkan material dan lebih hemat budget.

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

Kendati saat ini ada banyak show room keramik yang menyediakan program khusus menghitung kebutuhan keramik, Anda tetap perlu mengetahuinya. Hal itu agar Anda dapat mengetahui jumlah keramik yang dibutuhkan secara akurat.

Dihimpun VOI dari berbagai sumber, berikut tiga langkah sederhana menghitung kebutuhan keramik.

  1. Menghitung Luas Lantai

Untuk mengetahui jumlah kebutuhan keramik yang akurat, pertama-tama Anda harus menghitung luas lantai yang akan dipasangi keramik.

Caranya, ukurlah terlebih dahulu berapa panjang dan lebar ruangan. Misalnya, ruangan yang akan dipasangi keramik memiliki panjang 9 meter dan lebar 6 meter.

Setelah mendapat ukuran panjang dan lebar ruangan, gunakan rumus untuk menghitung luas persegi panjang yakni L= pxl untuk mengetahui berapa ukuran ruangnya.

Contohnya, dengan 9x6 meter, luas ruangan atau lantainya adalah 54 m2.

  1. Menghitung Luas Keramik dalam Satu Dus

Setelah mengitung luas ruangan yang akan dipasangi keramik, langkah selanjutnya adalah menghitung berapa jumlah luas total keramik dalam satu dus.

Akan tetapi, sebelum menghitung luas keramik dalam satu dus, Anda harus mengetahui ukuran per keramik dan jumlah dalam satu dus.

Ilustrasi lantai keramik
Ilustrasi (DWilliam/Pixabay)

 

Saat ini, ada banyak ukuran keramik  yang dijual di pasaran, mulai dari 20x20 cm, 30x30 cm, 60x60 cm dan lain sebagainya.

Selain itu, jumlah keramik dalam satu dus juga berbeda-beda. Dalam satu dus, ada yang isinya 11 keping, 25 keping, bahkan 35 keping.

Untuk menghitung luas keramik dalam satu dus, konversikan satuan sentimeter keramik menjadi meter, kemudian dibagi 100. Setelah mendapatkan hasilnya, kalikan dengan jumlah kerapik dalam satu dus.

  1. Menghitung Kebutuhan Keramik Ruangan

Langkah terakhir untuk mengetahui jumlah kebutuha keramik dalam satu ruangan adalah mengalikan luas lantai dengan luas keramik seperti yang telah dipaparkan di atas.

Untuk lebih jelasnya, simak contoh mengitung kebutuhkan keramik berikut ini.

Luas lantai ruangan yang ingin dilapisi keramik diketahui 9×6 m, maka luas keseluruhannya adalah 54 m2.

Jika Anda ingin menggunakan keramik dengan ukuran 30x30, dengan isi 20, Anda bisa menggunakan rumus, jumlah keramik = Luas bidang lantai/luas keeping keramik. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: 

Luas bidang lantai: 9x6= 54 m2

  • Konversi ukuran mekanik: 30 cm = 0,3 m
  • Luas ukuran keramik: 0,3 x 0,3 x 20 keping = 1,8 m2
  • Jumlah kebutuhan keramik: 54 m2 x 1,8 m2 =259,2
  • Kebutuhan Keramik: 54 x 1,8 = 97,2 dus atau dibulatkan menjad 97 dus.

Tips Mengitung Kebutuhan Keramik

Untuk mempermudah penghitungan kebutuhan keramik, simak empat tips berikut ini.  

  • Tentukan luas dinding atau lantai yang akan ditutui keramik. Jika Anda ingin menutupi dinding, gunakanlah jenis keramik dinding. Akan tetapi, jika Anda ingin memasang keramik pada lantai, pilihlah jenis keramik lantai.
  • Tentukan pola desain keramik, apakah Anda ingin menggunakan keramik dasar atau ingin memakai keramik dekoratif. Kemudian, pastikan komposisi masing-masing keramik sudah sesuai dengan bisang yang ada.
  • Jika Anda masih ragu-ragu atau bingung, mintalah saran kepada arsitekt, desainer interior serta kontraktor bangunan.

Demikianlah informasi soal cara menghitung kebutuhan keramik. Semoga bermanfaat!