JAKARTA - Preman penjaga lahan parkir yang tewas ditikam di depan minimarket Jalan H. Jenih, RT 03/01, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur diketahui berinisial FF (36).

Sementara pelaku diketahui berinisial AN (24). Korban dan pelaku masih ada hubungan saudara, namun pekerjaannya menjadi preman penjaga parkiran.

Kapolsek Ciracas Kompol Rohmad mengatakan, kejadian terjadi dari adanya selisih paham antara korban inisial FF dan pelaku inisial AN terkait pembagian waktu jaga parkir di minimarket Alfamart.

Awalnya, korban berinisial FF meminta jatah parkir malam kepada pelaku inisial AN yang bekerja sebagai penjaga parkir di Ciracas.

Permintaan korban FF mulanya disetujui oleh pelaku AN. Namun korban mengubah kesepakatan dengan mengklaim adanya aturan baru soal jam parkir malam.

"Korban sempat ditelepon dan ditegur oleh rekan pelaku yang mengelola kas parkiran," ujarnya.

Diduga merasa tersinggung, korban FF kemudian marah dan memicu pertengkaran fisik dengan pelaku. Keributan itu sempat dilerai warga sekitar.

Setelah dilerai, pelaku AN kemudian pulang ke rumahnya namun justru kembali diikuti oleh korban FF yang membawa batu bata.

Karena merasa terancam, pelaku kemudian mengambil pisau dari gerobak penjual kebab dan mendekati kembali korban FF. Kemudian perkelahian lanjutan kembali terjadi.

Pelaku AN dengan gelap mata kemudian menusukkan pisau ke perut dan kepala korban. Korban sempat meminta tolong kepada pedagang di sekitar lokasi untuk diantar ke RS Harapan Bunda. Namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

Sementara pelaku inisial AN berusaha kabur, namun berhasil dicegah oleh warga dan anggota Kepolisian.

"Pelaku satu orang, masih saudara," kata Kompol Rohmad kepada VOI, Kamis, 10 Juli 2025.

Saat ini, pelaku sudah mendekam di Polsek Ciracas. Sementara barang bukti yang disita berupa sebilah pisau, celana jeans, kaos warna hitam.

"Pelaku sudah diamankan di polsek, korban lagi di autopsi," ujarnya.

Sementara berdasarkan keterangan saksi, Nani mengatakan, pelaku dan korban awalnya terlihat adu pukul di minimarket. Kemudian berujung dengan aksi penikaman.

"Pelaku langsung tusuk korban sampai ususnya keluar. Padahal mereka ini masih sepupuan," tambahnya.

Nanu juga mengatakan, korban dan pelaku sebelumnya sempat meminum minuman keras bersama.

"Jadi pas ditusuk (korban) sempat teriak minta tolong, terus tukang ayam yang bawa dia ke RS Harapan Bunda, dia teriak 'usus gua keluar enggak ada yang mau nolongin gua apa' Terus dibawa lah (ke rumah sakit)," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang preman penjaga lahan parkir di sebuah minimarket kawasan Ciracas, Jakarta Timur, ditemukan tewas dibunuh oleh rekannya. Korban tewas di lokasi kejadian karena alami sejumlah luka.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Benar terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasusnya ditangani oleh Polsek Ciracas," kata Kombes Nicolas saat dikonfirmasi VOI, Kamis, 10 Juli 2025.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+