JAKARTA - Nama Lisa Mariana kembali menjadi pembicaraan hangat publik. Setelah sebelumnya bikin geger lewat tudingan hubungan gelap dan klaim anak dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kini selebgram tersebut terseret dalam pusaran dugaan video asusila bersama seorang pria bertato.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lisa Mariana pada Jumat, 11 Juli, menyusul laporan dari sekelompok advokat. Laporan itu dilayangkan setelah beredarnya tiga video syur yang diduga menampilkan Lisa dengan pria yang sama, namun di lokasi berbeda.
“Video ini diduga diproduksi secara sengaja dan kemungkinan diperjualbelikan secara daring,” kata Direktur Reserse Siber Polda Jabar, Kombes Resza Ramadiansyah, dikutip dari Antara, Kamis, 10 Juli.
Selebgram 'Tanpa Filter' yang Suka Gegerkan Media Sosial
Bagi warganet aktif, Lisa Mariana bukan nama asing. Pemilik akun Instagram @lisamarianaaa ini memiliki lebih dari 700 ribu pengikut dan dikenal sebagai selebgram, model majalah dewasa, hingga pemilik bisnis pakaian tidur.
Namun, ketenarannya bukan hanya dibangun dari pencapaian bisnis atau konten estetik. Ia lebih dikenal lewat berbagai kontroversi yang kerap memancing debat publik.
Salah satu yang paling menghebohkan adalah klaim bahwa dirinya memiliki anak dari hasil hubungan dengan Ridwan Kamil, lengkap dengan bukti percakapan, video call, hingga tantangan tes DNA.
Klaim ini langsung dibantah oleh Ridwan Kamil, yang kemudian mengajukan gugatan balik senilai Rp105 miliar atas tuduhan pencemaran nama baik.
Video Syur, Telegram, dan 'Jatah Jajan'
Dalam pengakuan yang sempat ia sampaikan via media sosial, Lisa juga mengklaim pernah mengirimkan video syur kepada sosok yang diduga Ridwan Kamil lewat aplikasi Telegram, dengan imbalan “uang jajan” dan janji bertemu di hotel di Palembang.
Kini, setelah klaim itu menuai gugatan hukum, Lisa kembali terseret kasus dugaan video syur lain, kali ini dengan pria bertato. Kepolisian memastikan bahwa video ini tidak terkait dengan nama Ridwan Kamil, namun tetap menjadi bagian dari penyelidikan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pornografi dan ITE.
Personal Branding atau Pencitraan Berisiko?
Lisa Mariana kerap menampilkan citra diri yang percaya diri, berani, dan blak-blakan di ruang publik. Namun, sikapnya juga memancing banyak kritik. Ia pernah tampil merokok saat podcast bersama Pablo Benua, hingga tetap aktif berjualan produk melalui sistem paylater dan endorsement meski terseret berbagai skandal.
Lisa seperti tak gentar menghadapi badai publik. Ia sempat berkata bahwa ia tidak takut dibenci, karena menurutnya, yang benar pada akhirnya akan terbukti.
Fenomena Lisa Mariana menyoroti bagaimana dunia digital bisa mengubah siapa saja menjadi figur publik, hanya dengan kombinasi kontroversi, keberanian, dan algoritma media sosial.
Di sisi lain, kasus Lisa juga membuka ruang diskusi soal batas antara privasi, kriminalisasi perempuan, eksploitasi citra diri, dan etika konsumsi konten daring.
BACA JUGA:
Polisi menyatakan bahwa keterangan Lisa akan menjadi kunci dalam pendalaman kasus video syur yang tengah diselidiki. Sementara itu, publik menunggu: apakah Lisa kembali akan membungkam semua tudingan—atau justru menyeret nama-nama baru ke dalam drama yang belum juga usai?