JAKARTA – Sejarah hari ini, lima tahun yang lalu, 15 Juli 2020, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengklaim potensi benih lobster (benur) Indonesia besar. Lobster yang ada di Nusantara dianggap bisa bertelur sampai 27 miliar benur sepanjang tahun. Indonesia takkan kekurangan benur.
Sebelumnya, Edhy mencoba mengganti kebijakan menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Jika Susi melarang ekspor benur, Edhy sebaliknya. Ia membolehkan ekspor benur karena bisa jadi andalan usaha laut Indonesia. Kebijakan itu memunculkan kecaman dari sana-sini.
Kehadiran Susi Pudjiastuti dalam jagat politik Indonesia bawa warna baru. Kariernya dalam dunia politik memang belum lama. Namun, pengetahuannya dalam mengembangkan potensi kelautan tiada dunia. Menteri KKP itu sudah bertahun-tahun mengelola dan berdagang hasil laut.
Ia kemudian paham benar problema yang dihadapi pemerintah Indonesia. Ia melihat sendiri bagaimana penangkapan ikan dilakukan secara masif. Belum lagi urusan pencurian ikan dari negara tetangga. Ada juga penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut.
Narasi itu membuat Susi berdiri menentang semuanya. Ia mencoba membawa hasil laut Indonesia supaya hanya dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia, bukan asing. Ia pun menelurkan banyak kebijakan. Ia menggalakkan penangkapan kapal asing.
Ia juga melarang penangkapan lobster bertelur, lobster dengan berat di bawah 200 gram, dan larangan ekspor benur. Larangan itu dilakukan karena ekspor benur tak membawa keuntungan signifikan. Ia juga menganggap ekspor benur dapat mengurangi populasi lobster di suatu daerah.
Kebijakan Susi banyak diprotes oleh eksportir. Tak jarang pula protes berlangsung dalam tubuh pemerintahan. Susi jalan terus. Namun, semua berubah kala Susi tak lagi menjabat sebagai Menteri KKP. Menteri KKP yang baru Edhy Prabowo justru bertindak sebaliknya.
Ia mencabut aturan terkait lobster. Ia membolehkan ekspor benur. Ia membuka keran ekspor besar-besaran benur. Kondisi itu membuat kecaman ke Edhy muncul dari mana-mana.
"Saya tidak peduli di-bully, yang penting saya berbuat yang terbaik untuk masyarakat saya. Saya enggak takut dikuliti, karena yang saya perjuangkan bagaimana masyarakat kita bisa makan, dan itu sesuai perintah Presiden," ungkap Edhy sebagaimana dikutip laman Jawa Pos, 7 Juli 2020.
Kecaman kepada Edhy terus berdatangan. Namun, Edhy terus berdalih semua yang dilakukannya untuk rakyat Indonesia. Ia juga mengungkap bahwa yang ditakutkan Susi tak beralasan pada 15 Juli 2020. Potensi ekspor benur justru besar.
관련 항목:
Ia menegaskan bahwa lobster yang ada di Nusantara bisa bertelur sampai 27 miliar sepanjang tahun. Asumsi itu diungkap karena satu ekor lobster dapat bertelur hingga 500 ribu benih pertahun. Bahkan, ada peneliti Australia yang menyebut lobster dapat bertelur sampai 1 juta per tahun.
Jumlah itu dianggap takkan mengganggu ekosistem lobster di Nusantara. Benur yang diekspor pun tak buat Indonesia kekurangan benur untuk dikembangkan di dalam negeri.
"Profesor ahli (Australia) sudah hitung satu lobster 1 juta. Bisa bertelur sampai empat kali karena musim panasnya empat bulan. Artinya di Indonesia bisa bertelur sepanjang tahun. Sekarang pilihannya apakah kita paksa dengan alam atau kembali kepada cara pemikiran kita untuk menghasilkan lebih besar? Kita sudah banyak pengalaman membudidayakan ikan-ikan agar hasilnya lebih banyak," ujar Edhy sebagaimana dikutip laman kompas.com, 15 Juli 2020.