BANTEN - Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak dini. Kondisi gagal tumbuh ini umumnya dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada masa kehamilan dan awal kehidupan anak. Karena itu, upaya edukasi gizi serta pemanfaatan pangan lokal dinilai penting untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi secara mandiri. Di Banten, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar pelatihan memasak berbahan dasar ikan bagi ibu hamil sebagai bagian dari upaya percepatan pencegahan stunting. Kegiatan yang berlangsung di Desa Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang ini juga disertai dengan penyaluran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ketua TP PKK Banten, Tinawati Andra Soni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi langsung di tingkat keluarga. "Pelatihan memasak dengan bahan pangan lokal seperti ikan ini menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan stunting, sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga,” ujarnya. Pemilihan ikan sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Selain mudah diperoleh, wilayah Sukaresmi yang berada di kawasan pesisir memiliki potensi sumber protein yang melimpah sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Selain memberikan edukasi, TP PKK juga menyalurkan bantuan alat masak untuk mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif di tingkat rumah tangga. Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga meninjau penerima manfaat program gizi serta fasilitas dapur pelayanan pemenuhan gizi untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan dengan baik. Camat Sukaresmi, Tatang Fauzi, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai wilayahnya memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan sumber daya lokal, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting agar pemenuhan gizi keluarga dapat dilakukan secara berkelanjutan.BACA JUGA:
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap masyarakat lebih terampil mengolah potensi lokal menjadi makanan bergizi, sehingga dapat membantu menciptakan generasi yang bebas stunting,” katanya.