Bagikan:

JAKARTA - Belakangan ini, tren mencampurkan kopi dengan lemon ramai dibicarakan di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak yang mengklaim minuman ini mampu membantu menurunkan berat badan dengan cepat hingga disebut bisa membakar lemak perut hanya dalam hitungan hari. Tapi, benarkah klaim tersebut atau hanya sekadar tren sesaat?

Tren ini biasanya dilakukan dengan mencampurkan perasan lemon ke dalam kopi, lalu diminum saat perut kosong di pagi hari. Ada juga versi lain dengan merebus irisan lemon bersama air, lalu menambahkan kopi instan.

Para pendukung tren ini percaya kombinasi kopi dan lemon dapat mempercepat metabolisme sekaligus menekan nafsu makan, sehingga berat badan turun lebih cepat. Namun, para ahli punya pandangan berbeda.

“Ini salah satu tren yang viral di internet, tetapi belum didukung oleh sains,” kata Raj Dasgupta, MD, dokter bersertifikat spesialis penyakit dalam dan Chief Medical Advisor di Sleepopolis, dikutip dari laman Woman's World.

"Kopi dan lemon masing-masing memiliki manfaat kesehatan, tetapi menggabungkannya tidak menciptakan minuman pembakar lemak yang istimewa," lanjutnya.

Artinya meskipun kedua bahan ini sehat, tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa kombinasi keduanya bisa secara ajaib mempercepat penurunan berat badan.

Beberapa orang mengaku berhasil menurunkan berat badan setelah mencoba tren ini. Tapi menurut ahli, hasil tersebut kemungkinan besar bukan karena minuman itu sendiri.

“Mereka mungkin lebih memperhatikan apa yang mereka makan, mengurangi minuman manis, atau lebih banyak bergerak sepanjang hari,” kata Dr. Dasgupta.

"Jika seseorang mengalami penurunan berat badan setelah mencoba ini, kemungkinan besar mereka juga melakukan perubahan gaya hidup lain yang sebenarnya mendorong hasil tersebut. Penurunan berat badan yang nyata bergantung pada konsistensi, bukan solusi instan," tambahnya.

Jadi faktor utama tetap pada pola hidup sehat, bukan pada satu minuman tertentu.

Meski terlihat sederhana, kombinasi kopi dan lemon juga punya beberapa risiko.

- Gangguan pencernaan

Di balik popularitas tersebut, penting untuk memahami bagaimana kombinasi ini bekerja di dalam tubuh. Tidak semua orang memiliki kondisi lambung yang sama, sehingga reaksi terhadap minuman ini bisa berbeda-beda tergantung sensitivitas masing-masing individu.

“Minum kombinasi ini saat perut kosong bisa cukup berat bagi sebagian orang,” kata Dr. Dasgupta.

"Kopi dan lemon sama-sama bersifat asam, yang bisa menyebabkan nyeri ulu hati, refluks asam, atau gangguan lambung, terutama jika Anda rentan terhadap masalah tersebut," tambahnya.

- Kerusakan gigi

Selain efek pada sistem pencernaan, kombinasi bahan yang bersifat asam juga dapat memengaruhi kondisi mulut secara keseluruhan.

“Kopi lemon mungkin sedang tren, tetapi tidak ramah bagi gigi!” kata Sandip Sachar, DDS

“Menggabungkan dua zat asam ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap erosi enamel gigi, peningkatan sensitivitas, dan keasaman berlebih di mulut," lanjutnya.

- Efek kafein

Konsumsi kafein berlebih bisa memicu gelisah, cemas, hingga gangguan tidur pada sebagian orang.

Walau tidak ajaib jika digabung, kopi dan lemon tetap punya manfaat masing-masing.

- Kopi membantu meningkatkan energi dan bisa menekan nafsu makan sementara.

- Lemon mengandung vitamin C dan serat pektin yang dapat membantu rasa kenyang lebih lama.

Kopi dicampur lemon bukanlah ramuan ajaib untuk menurunkan berat badan. Klaim yang beredar lebih banyak didorong oleh tren media sosial daripada bukti ilmiah.

Kalau Anda suka rasanya, tidak masalah untuk mencoba, asal tetap memperhatikan kondisi tubuh. Tapi untuk hasil yang nyata dan bertahan lama, kunci utamanya tetap sama yakni pola makan sehat, olahraga teratur, dan konsistensi.