JAKARTA - Memasuki musim hujan, kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) harus ditingkatkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengingatkan bahwa genangan air sekecil apa pun bisa menjadi "hotel berbintang" bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes OKU, Andi Prapto, menegaskan bahwa cara paling ampuh memutus rantai penyebaran ini bukan sekadar mengandalkan fogging, melainkan melalui gerakan 3M Plus di lingkungan rumah sendiri.
Apa Itu 3M Plus?
Mungkin kita sudah sering mendengar istilah 3M, namun poin "Plus" sangat penting untuk perlindungan ekstra:
- Menguras: Bersihkan tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup: Pastikan wadah penyimpanan air tertutup rapat agar nyamuk tidak bisa masuk.
- Mendaur ulang: Jangan biarkan barang bekas menumpuk dan menampung air hujan.
Plus (Perlindungan Diri): Gunakan kelambu saat tidur, pakai obat nyamuk, atau gunakan lotion anti-nyamuk untuk menghindari gigitan secara langsung.
BACA JUGA:
Kabar Baik dari Data Lapangan
Upaya sosialisasi yang gencar dilakukan tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas mulai membuahkan hasil. Berikut adalah catatan tren kasus DBD di OKU:
2024: Tercatat sebanyak 412 kasus.
2025: Angka kasus turun drastis menjadi 175 kasus.
Angka Kematian: Nihil (0). Seluruh pasien dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Kota Baturaja.
"Langkah sederhana ini punya peran besar dalam memutus siklus hidup nyamuk, terutama untuk melindungi anak-anak dan kelompok rentan di rumah kita," ujar Andi Prapto seperti dilansir dari ANTARA.
Dinkes OKU berharap tren penurunan kasus ini terus berlanjut di tahun 2026. Kuncinya sederhana: kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas petugas kesehatan.