Bagikan:

YOGYAKARTA -Cacar api merupakan istilah yang digunakan awam untuk merujuk pada penyakit Herpes Zoster, suatu infeksi virus yang menimbulkan ruam menyakitkan dan melepuh di satu sisi tubuh, umumnya di area dada atau wajah. Penyakit ini muncul karena adanya paparan virus Varicella Zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Selain mengetahui jenis penyakit ini, penting pula bagi kita untuk memahami cara mencegah cacar api.

Pada umumnya, setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak hilang, tetapi tetap “tidur” di dalam sistem saraf. Bertahun-tahun berikutnya, virus dapat aktif kembali dan menyebabkan seseorang kembali menderita cacar api.

Penyebab Utama Cacar Api

Dilansir dari Healthy, penyebab utama cacar api yaitu reaktivasi virus Varicella Zoster yang sebelumnya tidak aktif di dalam tubuh setelah infeksi cacar air.

Setelah tidak aktif, virus berpindah ke saraf di sumsum tulang belakang dan otak, kemudian menetap di sana selama bertahun-tahun tanpa menghadirkan gejala apa pun. Namun, dalam kondisi tertentu, virus yang “tidur” di sel saraf tersebut berisiko aktif kembali.

Di bawah ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu reaktivasi virus ini, antara lain:

  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah (disebabkan oleh usia, penyakit, stres, atau penggunaan obat imunosupresif)
  • Penuaan, yang secara alami menurunkan fungsi imun
  • Penyakit kronis seperti kanker atau HIV
  • Virus akan aktif kembali dan menyebar melalui serabut saraf, kemudian terjadi peradangan dan ruam kulit yang nyeri.

Gejala Cacar Api

Gejala cacar api umumnya berkembang dalam beberapa tahap, dan dapat sangat mengganggu. Biasanya ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Munculnya ruam merah dalam 1–3 hari setelah nyeri
  • Sensasi nyeri, terbakar, atau kesemutan di satu sisi tubuh
  • Demam, kelelahan, dan sakit kepala ringan
  • Sensitivitas terhadap sentuhan
  • Lepuhan berisi cairan yang pecah dan kemudian berkeropeng
  • Ruam paling sering muncul di dada, wajah, leher, atau punggung.
  • Beberapa orang bahkan merasakan nyeri tanpa ruam yang terlihat jelas (zoster sine herpete), sehingga lebih sulit didiagnosis.

Pencegahan Cacar Api

Cara paling efektif untuk mencegah cacar api yaitu melalui vaksinasi varicella. Nah, vaksin ini dapat diberikan sejak usia 1 tahun dengan ketentuan berikut:

  • Usia 1–12 tahun: 2 dosis, dengan jarak antar dosis 6 minggu sampai 3 bulan
  • Usia >13 tahun dan dewasa: 2 dosis, dengan jarak antar dosis 4–6 minggu

Vaksin varicella diketahui cukup efektif untuk mencegah cacar api sejak usia dini. Meski masih dapat terpapar cacar air dan cacar api setelah vaksinasi, tetapi risikonya jauh lebih kecil.

Selain itu, orang yang sudah menerima vaksin akan mengalami gejala yang lebih ringan dan lebih cepat sembuh.

CDC juga merekomendasikan vaksin zoster rekombinan (Shingrix) untuk orang dewasa yang berusia 50 tahun ke atas, atau mereka yang berusia 19 tahun ke atas dengan sistem imunitas yang lemah.

Demikian ulasan tentang pengertian, penyebab, dan bagaimana cara mencegah cacar api. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.